Doa Sholat Dhuha

Tata Cara Sholat Dhuha
Tata Cara Sholat Dhuha

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Hadist yang di riwayatkan oleh sahabat yang mulia Abu Dzar ini menjadikan Sholat Dhuha menjadi sebuah rutinitas ibadah Sunnah yang begitu memiliki keutamaan mulia, di samping kita menjalankan Ibadah wajib.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadits dari Abu Dzar adalah dalil yang menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat Dhuha dan menunjukkannya kedudukannya yang mulia. Dan shalat Dhuha bisa cukup dengan dua raka’at” (Syarh Muslim, 5: 234).

Sholat Dhuha
Sumber : kumpulannasehat.wordpress.com

Tidak hanya itu bahkan Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah mengatakan,  “Hadits Abu Dzar dan hadits Buraidah menunjukkan keutamaan yang luar biasa dan kedudukan yang mulia dari Shalat Dhuha. Hal ini pula yang menunjukkan semakin disyari’atkannya shalat tersebut. Dua raka’at shalat Dhuha sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, sudah sepantasnya shalat ini dapat dikerjakan rutin dan terus menerus” (Nailul Author, 3: 77)

Manfaat sholat dhuha tidak hanya dapat di rasakan oleh tubuh kita saja, melainkan ada banyak keutamaan lainnya jika kita mendawamkan atau mengamalkan amalam sunnah sholat dhuha ini di luar ibadah wajib kita.

Diantara keutamaan dari sholat dhuha lainnya adalah “Akan di Cukupkannya Urusan yang di lakukan di akhir siang”

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari sahabat Anas bin Malik pun juga menuturkan bahwa Ibadah sholat dhuha bisa di ibaratkan mendapat pahala haji dan umrah secara sempurna, kenapa demikian ?

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dan hingga sahabat yang mulia Abu Hurairahpun pernah meriwayatkan hadist dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب، وهي صلاة الأوابين

Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib 1: 164). Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Awwab adalah muthii’ (orang yang taat). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maknanya adalah orang yang kembali taat” (Syarh Shahih Muslim, 6: 30).

Memiliki keutamaan yang luar biasa menjadikan sholat dhuha ibadah sunnah yang tidak boleh kita tinggalkan, karena di luar ibadah wajib yang kita lakukan sesungguhnya ibadah sunnah yang kita lakukan akan membuat kita semakin takut dan taat kepadaNya.

 

Waktu Sholat Dhuha

doa sholat dhuha rumi
Sumber : sehatsuper.com

Setelah kita mengetahui keutamaan dari sholat dhuha apakah kita hanya akan mendengar dan tidak mengamalkan ??? tentu tidak bukan.

Kita pasti akan senantiasa mengamalkan dan mendawamkan amalan yang memiliki banyak keutamaan tersebut, lalu bagaimana kita menjalankannya ? Pertanyaannya adalah, kapan waktu sholat dhuha ? atau kapan masuk waktu untuk melaksanakan sholat dhuha ?

Disebut sebagai Dhuha yaitu di mulai dari waktu matahari mulai meninggi hingga dekat dengan waktu zawal atau (tergelincirnnya matahari ke arah barat) untuk hal ini anda dapat melihat di dalam kitab (Minhatul ‘Allam, 3: 342)

Dari sini kita dapat membagi kedalam 3 waktu bagian dalam menjalankan sholat dhuha.

1. Awal Waktu Dhuha

Dari ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

Kerjakan shalat shubuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim no. 832). (Lihat Minhatul ‘Allam, 3: 347).

Nah kapan datang waktu dhuha ? Awal waktu sholat dhuha seperti di sebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin berkata, “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat yaitu 15 menit setelah matahari terbit.” (Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 289)

2. Akhir Waktu Dhuha

Waktu kedua untuk dapat menjalankan sholat dhuha itu tidak jauh dari waktu zawal yaitu saat matahari mulai meninggi dan tergelincir ke arah barat, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Sekitar 10 atau 5 menit sebelum waktu zawal (matahari tergelincir ke barat).”

3. Waktu Terbaik Sholat Dhuha

Waktu terbaik sholat dhuha sebagaimana telah di jelaskan :

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang melaksanakan shalat Dhuha, lantas ia mengatakan, “Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Waktu terbaik) shalat awwabin (shalat Dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari.” (HR. Muslim no. 748).

Dan bahkan Imam Nawawi mengatakan, “Inilah waktu utama untuk melaksanakan shalat Dhuha. Begitu pula ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa ini adalah waktu terbaik untuk shalat Dhuha. Walaupun boleh pula dilaksanakan ketika matahari terbit hingga waktu zawal.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 28

Niat Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha Shahih
youtube.com

Sama halnnya dengan ketika kita menjalankan sholat wajib atau ibadah wajib lainnya, niat menjadi hal yang utama yang harus kita perhatikan.

Berbicara mengenai Niat sebelum melakukan sholat dhuha ini pernah di tanyakan dulu di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi pertanyaan ini sudah di jawab dengan perkataan Ibnul Qayyim sebagai berikut.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memulai shalatnya, beliau mengucapkan takbir ‘Allahu akbar’ . Beliau tidak mengucapkan kata-kata lainnya sebelum itu. Beliau pun tidak melafazhkan niat sama sekali.

Beliau tidak pernah mengatakan ketika memulai shalat, “Aku shalat karena Allah menghadap kiblat sebanyak empat raka’at sebagai imam atau makmum.” Beliau juga tidak pernah mengatakan shalat tersebut dikerjakan tepat waktu ataukah sebagai qodho’. Begitu pun beliau tidak mengatakan bahwa shalat tersebut dikerjakan di waktu fardhu.

Ini semua termasuk sepuluh amalan yang tiada tuntunan, tidak ada lafazh hadits yang menukil masalah pengucapan niat baik dengan sanad shahih maupun dho’if, baik dengan riwayat yang bersambung (musnad) atau yang terputus (mursal).

Bahkan tidak ada anjuran melafazhkan niat dari para sahabat maupun tabi’in, begitu pula imam empat madzhab yang terkemuka  (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad).

Niat cukup dalam hati karena niat sendiri berarti ilmu atau mengetahui. Maka setiap orang yang mengetahui melakukan ibadah shalat Dhuha -misalnya-, maka ia sudah disebut berniat. Tidak perlu ada lafazh niat di lisan karena tidak ada satu dalil dari Al Qur’an dan hadits pun yang membicarakan anjuran tersebut.

 

Cara Sholat Dhuha

Jumlah rakaat sholat dhuha dan sifatnnya sebagaimana telah di syariatkan kepada orang muslim bahwa mengerjakan sholat dhuha bisa di lakukan cukup dengan 2 rakaat, 4 rakaat, 8 rakaat, ataupun 12 rakaat.

Niat Sholat Dhuha
ponselharian.com

1. Sholat dhuha di laksanakan 2 Rakaat

Di ambil dari hadist sahabat yang mulia Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Bagi masing-masing ruas dari anggota tubuh salah seorang di antara kalian harus dikeluarkan sedekah …Dan semua itu setara dengan ganjaran dua rakaat shalat Dhuha” HR.Muslim.[12]

2. Sholat dhuha di laksanakan 4 Rakaat

Di ambil dari hadist sahabat yang mulia Abu Darda dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Wahai anak Adam, ruku’lah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku akan mencukupimu di akhir siang” HR. At-Tirmidzi. [13]

3. Sholat dhuha di laksanakan 6 Rakaat

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu : “Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengerjakan shalat Dhuha enam rakaat” Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi di dalam kitab Asy-Syamaa-il. [14]

4. Sholat dhuha di laksanakan 8 Rakaat

Hadist yang diambil dari  Ummu Hani, di mana beliau bercerita :

”Pada masa pembebasan kota Makkah, dia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berada di atas tempat tinggi di Makkah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beranjak menuju tempat mandinya, lalu Fathimah memasang tabir untuk beliau. Selanjutnya, Fatimah mengambilkan kain beliau dan menyelimutkannya kepada beliau. Setelah itu, beliau mengerjakan shalat Dhuha delapan rekaat”HR. Asy-Syaikhani. [16]

5. Sholat dhuha di laksanakan 12 Rakaat

Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” HR. Ath-Thabrani.[17}

 

Doa Sholat Dhuha

doa sholat dhuha
islamicfinder.org

Adapun doa yang shahih yang telah di ajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganai doa setelah sholat dhuha ini tentu sudah kita ketahui bersama,

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, bahwa Rasulullah ﷺ setelah selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan:
 
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ
 
Artinya:
Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang
Sampai beliau membacanya seratus kali.” [HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 619. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sanadnya Shahih]
Begitu banyak manfaat yang dapat kita dapatkan ketika kita dapat menjalankan bahkan mendawamkan sholat dhuha ini, tidak hanya berefek kepada tubuh kita saja melainkan juga dapat meningkatkan iman kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat buat kita semua, dapat menjadi amal pahala untuk penulis dan apabila sekirannya dari riwayat ataupun doa di atas kurang sesuai, mohon di ingatkan lengsung kepada penulis, bisa mengenai kontak person yang ada di web.
Mari kita sama-sama ber fastabiqul khoirot agar kita di perjumpakan dan dikumpulkan lagi bersama-sama di Jannahnnya Allah, Aamiin Insya Allah demikian terimakasih banyak.
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Istikharah
Selengkapnya

Shalat Istikharah

Menentukan suatu pilihan jika tidak di landasi dengan kemantapan hati memang terkadang menjadikan kita bimbang dan ragu, benar…
niat sholat shubuh
Selengkapnya

Shalat Shubuh

Diantara beberapa waktu yang allah perintahkan umatnnya untuk memperbanyak doa pada waktu itu adalah waktu shubuh, allah berfirman…
Gambar Dzikir Petang
Selengkapnya

Dzikir Pagi

Dzikir apa itu dzikir ? Dzikir berasal dari kata Al-zikr atau dalam maknanya berarti sebuah aktivitas Ibadah untuk menghamba…