Doa untuk Orang Sakit

Gambar Doa Untuk Orang Sakit

Kumpulan Doa doa untuk Orang Sakit agar segera sembuh dilengkapi dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinnya.

Ada hal yang sedikit salah kaprah di masyarakat kita, ketika ada orang yang sakit kita sibuk memikirkan barang bawaan yang akan kita bawa untuk menjenguknnya.

Tapi kita lupa, bagaimana yang di ajarkan oleh para sahabat dulu ketika menjenguk orang sakit yaitu senantiasa Mendoakannya.

Kita sibuk mencari bekal untuk dibawa menjenguk orang sakit tapi kita lupa bagaimana doa dan adab ketika menjenguk orang sakit.

Melalui artikel ini mari sama-sama saling mengingatkan tugas dan adab kita ketika menjenguk orang sakit.

Dalil Mendoakan Orang Sakit

Dalil Mendoakan Orang Sakit

Dari ‘Abdul ‘Aziz & Tsabit yang pernah menemui Anas bin Malik.

Tsabit berkata pada saat itu, “Wahai saudaraku Hamzah ( Nama lain dari Anas bin Malik ), aku sedang sakit”.

Lalu apa jawab Anaz bin Malik ? maukah kamu aku ruqiyah ? {(Menyembuhkanmu) sebagaimana yang ajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ?

Tsabit pun Menjawab “na’am, iya boleh silahkan, kemudian Anaz bin Malikpun berdoa dan membacakan doa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahuma Rabban Naas Muzdhibal Ba’si Isyfi Antasy-Syaafii Laa Syafiya Illa Anta Syifaa’an Laa Yughaadiru Saqoman.

Yang Artinnya : 

“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191)

Dari percakapan Imam Anas bin Malik dan Tsabit diatas itulah yang menjadi dalil Mashyur doa ketika menjenguk orang sakit sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah, wallahualam

Salah satu sifat Allah adalah Asy Syaafi atau yang Maha Penyembuh maka tidak usah khawatir atas segala penyakit yang ada dimuka bumi ini.

Tugas kita adalah bertawakal, berikhtiar dan mendoakan orang yang tertimpa penyakit, selebihnnya itu semua adalah kehendak Allah.

Lalu apakah ada doa lain yang Rasulullah Ajarkan selain doa diatas ? ada dan berikut kami cantumkan sebagai referensi teman-teman semua beserta dalilnnya.

Doa Ketika Sakit 1

بِسْمِ اللَّهِ   (x3)

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ  (x7)

Bismillaah (3x).

A’uudzu billaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7x).

Artinnya : 

Dengan nama Allah (3x).

Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya, dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan aku khawatirkan (7x).

HR. Muslim 4/1728, Abu Daud, Malik, dll.

Keterangan :

Doa ini dibaca ketika ada salah satu bagian tubuh kita yang sakit.

Caranya: letakkan tangan kita di bagian tubuh yang sakit, pijat pelan-pelan, sambil membaca: (doa di atas).

Hadis Selengkapnya :

Dari Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena rasa sakit yang ada di badannya.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasihat kepadanya: “Letakkan tanganmu di bagian tubuh yang sakit, dan ucapkanlah: (doa di atas).”

Doa Ketika Sakit 2

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allaahumma robban-naas, adz-hibil baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.

Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.

HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191.

Hadis selengkapnya :

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan : Apabila ada di antara kami yang sakit maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan tangan kanan beliau, kemudian membaca: (doa di atas).

Keterangan Hadist :

Cara baca yang lebih fasih adalah Adzhibil baas, bukan Adzhibil ba’s, agar menyesuaikan dengan sajak : Rabban naas. Demikian penjelasan Ibn Allan dalam Syarh Al-Adzkar.

Doa Ketika Sakit 3

بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى بِهِ سَقِيْمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

Bismillaah, turbatu ardhinaa, biriiqoti ba’dhinaa, yusyfaa bihi saqiimunaa, bi-idzni robbinaa.

Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya sakit kami, dengan izin Rabb kami.

HR. Bukhari 5745 dan Muslim 2194.

Hadis selengkapnya :

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan : Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila ada sahabat yang mengadukan sakitnya atau luka di tubuhnya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal semacam ini dengan jari beliau.

(Sufyan – perawi hadis – meletakkan jari telunjuknya ke tanah), kemudian beliau mengangkatnya dan membaca: (doa di atas).

Keterangan Muhammad Fuad Abdul Baqi :

Debu tanah kami : mayoritas ulama berpendapat seluruh tanah di muka bumi. Ada juga yang berpendapat, khusus tanah madinah, karena tanahnya berkah.

Makna hadis : jika ada bagian tubuh yang luka, bisa diobati dengan mengambil sedikit air ludah di ujung telunjuk, kemudian dicolekkan ke tanah, lalu diusapkan ke bagian yang luka, sambil membaca kalimat di atas.

Syarah Sahih Muslim, An-Nawawi.

Doa Ketika Sakit 4 (Doa Nabi Ayyub)

رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Robbi innii massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-roohimiin.

Ya Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.

Di atas adalah doa Nabi Ayyub ‘alaihis salam di puncak sakitnya.

Keterangan :

Nabi Ayyub ‘alaihis salam menyampaikan permohonannya kepada Allah dengan dengan bertawassul.

Bentuk tawassulnya adalah beliau menyebutkan derita yang beliau alami, dan beliau mengadukan kepada Sang Pencipta, Dzat Yang Maha Pengasih Penyayang.

Selanjutnya Nabi Nabi Ayyub ‘alaihis salam bertawassul dengan memuji Allah, dengan menyebutkan sifat kasih sayangnya.

Demikianlah adab yang diajarkan seorang nabi. Beliau tidak mengeluhkan musibah yang menimpanya kepada orang lain. Beliau rahasiakan musibah itu dari orang lain sebisa mungkin.

Tapi beliau langsung mengadukan kepada Dzat Yang Maha Rahman. Karena manusia tidak kuasa sedikitput, manusia tidak mampu menyembuhkan, manusia tidak mampu menyelamatkan orang lain dari musibah, mintalah kepada Allah, bukan minta kepada manusia.

Allah berfirman :

۞ وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

Artinnya :

“(ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.'” (Al-Anbiya [21]: 83)

Doa Ketika Sakit 5

اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِيْ قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِيْ، وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّرًا فَارْفَعْهُ عَنِّيْ، وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِيْ

Allaahumma in kaana ajalii qod hadhoro fa-arihnii, wa in kaana muta-akh-khiron farfa’hu ‘annii, wa in kaana balaa-an fashobbirnii.

Ya Allah, jika ajalku telah dekat maka istirahatkanlah aku. Jika ajalku masih jauh, sembuhkanlah sakit ini dariku. Dan jika ini musibah, berikanlah aku kesabaran.

HR. At-Turmudzi dan beliau mengomentari : hadis hasan shahih.

Hadis :

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah sakit, kemudian beliau membaca doa di atas.

Doa Ketika Sakit 6

Membaaca Al-Mu’awwidzaat (al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas), kemudian tiupkan ke tangan 1x, lalu usapkan ke seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau, dalam posisi tiduran 1x.

HR. Bukhari no. 5735.

Hadis selengkapnya :

Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Mu’awwidzaat, lalu meniupkan ke tangan untuk diusap ke badannya ketika beliau sakit yang mengantarkan kematian.

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (A’isyah) yang meniupkan ke tangan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah.

Wallahu a’lam, lalu bagaimana apabila yang sakit itu perempuan ? apakah doanya sama ?

Na’am, doannya pun sama sekalipun orang yang sakit parahpun sama yaitu dengan membaca doa diatas.

Wallahu a’lam, penulis mengambil referensi ini dari rumaysho.com yang dimana tulisan itu ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Adapun penulis hanya seorang Mahasiswa Pendidikan Agama yang masih sangat fakir ilmu, jadi apabila teman-teman mengambil referensi dari website ini alangkah baiknnya juga di samakah dengan pendapat yang lain.

Terimakasih, semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah amal ibadah kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *