Macam-macam Najis

Macam Macam Najis

Mari pahami macam-macam hadist agar kita lebih berhati-hati ketika hendak melakukan ibdaha kepada allah, ini ulasannya.

Najis adalah sesuatu yang kotor dimana dengan adanya najis yang menempel di badan kita, pakaian kita, kita menjadi terhalang untuk beribadah kepada allah.

Contohnnya shalat, salah satu syarat sah sholat sendiri adalah terhindar dari najis.

Najis dalam Islam

Pengertian Najis

Pengertian najis sendiri dalam bahasa Arab bermakna al qadzarah ( القذارة ), yang artinnya adalah kotoran.

Sedangkan menurut istilah agama islam (syar’i) diantarannya di bagi menjadi 2 yaitu :

1. Definisi Najis menurut Ulama Syafi’iyah

Secara Lughot / Bahasa adalah segala hal atau sesuatu yang kotor.

Dan menurut ulama Ahli Fiqih adalah sesuatu yang kotor yang dapat mencegah keabsahan sholat / beribadah kepada Allah. (Riyadhul Badi’ah, hal : 26 cetakan : dar ihyail kutub al’arabiyah)

2. Definisi Najis menurut Ulama Malikiyah

Adalah sifat hukum suatu benda yang apabila ada seseorang yang terkena tidak di perbolehkan melakukan shalat sebelum iya membersihkannya.

Macam Macam Najis

Najis di tinjau dari cara membersihkannya di bagi menjadi 3 macam najis yaitu :

1. Najis Mukhaffafah (Najis Ringan)

Najis Mukhaffafah (Najis Ringan) adalah najis yang mudah untuk dibersihkan, yaitu cukup dengan mempercikan air ke tempat atau bagian yang terkena najis, meskipun bekas najis tersebut masih melekat.

Contohnnya : Air kencing bayi-laki yang masih menyusui.

2. Najis Mutawassithah (Najis Sedang)

Najis Mutawassithah (Najis Sedang) adalah najis yang membersihkannya harus di hilangkan dengan tuntas.

Jangan sampai ada yang membekas, bisa dengan cara di siram air bersih yang mengalir, di gosok dengan tanah / debu, atau dengan cara yang lainnya.

Contohnnya : Kotoran manusia dewasa, darah haid, dll.

3. Najis Mughallazhah (Najis Berat)

Najis Mughallazhah (Najis Berat) adalah najis yang tidak cukup di bersihkan dengan percikapan air atau dengan air mengalir hingga bersih saja.

Tetapi najis Najis Mughallazhah (Najis Berat) ini harus dibersihkan hingga 7x basuhan dan di tambah dengan di gosok tanah/debu.

Contohnnya : Air liur anjing

Benda Benda Najis

1. Kotoran Manusia, Hewan dan segala jenis Kotoran.

Dalilnya adalah “seorang arab badui yang kencing di majid lalu rasulullah memerintahkan untuk di siram dengan air”

Hal ini disebutkan didalam Hadist Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan :

“Ada seorang Arab Badui kencing di salah satu bagian masjid, lantas orang-orang ingin memarahinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka yang menghardik tadi.

Ketika Arab Badui telah kencing,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengambil satu wadah berisi air untuk disiram pada kencing tersebut.”

(HR. Bukhari, no. 221 dan Muslim, no. 284)

Dalam madzab Syafi’i, Air kencing dan kotoran hewan yang dimana hewan tersebut dihukumi najis, baik untuk hewan yang halal di makan mau haram di makan, juga kita wajib membersihkan ketika terkena najis terebut.

2. Darah yang Mengalir

Diantara dalil yang menyebutkan darah itu Najis adalah Qs. Al An’am :145

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ

Artinnya :

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu rijsun (kotor).

Dan juga hadist yang di sampaikan oleh Asma’ radhiyallahu anha, ia berkata :

جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِحْدَانَا يُصِيبُ ثَوْبَهَا مِنْ دَمِ الْحَيْضَةِ كَيْفَ تَصْنَعُ بِهِ قَالَ تَحُتُّهُ ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ ثُمَّ تَنْضَحُهُ ثُمَّ تُصَلِّي فِيهِ

“Seorang perempuan datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamseraya berkata, ‘Pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apa yang harus ia lakukan?’ Beliau menjawab,

‘Keringkanlah darah itu terlebih dahulu, kemudian bilaslah dengan air, kemudian cucilah ia. Setelah itu engkau boleh memakainya untuk shalat.”

(HR. Bukhari, no. 330 dan Muslim, no. 291)

Adapun apabila darah tersebut tidak mengalir tetaplah dihukumi Najis namun di maafkan.

Contohnnya adalah Hari dan Limpa yaitu darah yang termasuk najis namun di kecualikan, dalilnya Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ

Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.”

(HR. Ibnu Majah, no. 3314. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

3. Bangkai

Bangkai adalah segala sesuatu hewan yang telah mati dan menjadi bangkai atau hewan yang disembelih dengan jalan tidak syar’i, tanpa menyebut nama allah dan ditunjukan selain untuk kepada allah.

Contohnnya : Sembelihan kepada berhala, dll.

Dalilnnya yaitu Qs. Al Maidah : 3 :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.”

Hal ini diharamkan karena najisnnya bangkai tersebut, bahkan rambut dan bulu bangkai juga dihukumi sebagai najis.

Namun ada yang dikecualikan dari bangkai yang najis yaitu bangkai manusia dan seluruh bagian-bagiannya, karena bangkai manusia itu suci dalilannya Qs. Al Isra :70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ

Artinnya :

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan.”

Yang dimaksud dengan dimuliakan diatas adalah hukum akan sucinnya tubuh manusia, baik dia seoarang muslim atau kafir, baik saat dirinnya hidup maupun sudah meninggal dunia.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ

“Sesungguhnya orang mukmin tidaklah najis.” (HR. Bukhari, no. 283 dan Muslim, no. 372).

Diantara bangkai yang dikecualikan selain dari bangkai manusia adalah bangkai ikan atau segala hewan yang berada di air, hal ini juga berlaku pada bangkai belalalng.

4. Bagian yang terpisah dari tubuh hewan ketika hidup.

Bagian yang terpisah atau terpotong dari hewan ketika hidup adalah bangkai baik hewan yang halal di makan maupun haram, dalilnnya :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,

مَا قُطِعَ مِنْ بَهِيمَةٍ وَهِىَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيْتَةٌ

Yang terpotong dari hewan dan hewan tersebut dalam keadaan hidup, maka termasuk bangkai.”

(HR. Ad-Darimi dalam sunannya, 6:202. Husain Salim Asad menyatakan bahwa sanad hadits ini sahih sesuai syarat Bukhari).

Namun ada pula yang dikecualikan seperti bulu dan rambut hewan yang halal di makan, hal ini dihukumi suci dalilnnya ada di dalam Qs. An Nahl : 80 :

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ جُلُودِ الْأَنْعَامِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَا أَثَاثًا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

Artinnya :

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).

5. Zat yang Memabukan

Sebagaimana yang kita ketahui meminum khamr adalah hukumnya haram, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily bahwa zat yang memabukan itu dihukumi najis dalilnnya Qs. Al Maidah :90

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Yang di maksud Rijsun pada qs. al maidah :90 diatas adalah segala sesuatu yang memabukan, hal ini diambil berdasarkan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِى الدُّنْيَا فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمِنُهَا لَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فِى الآخِرَةِ

Segala sesuatu yang memabukkan itu khamar, dan segala sesuatu yang memabukkan itu haram.

Siapa yang meminum khamar di dunia, lantas ia meninggal dunia dalam keadaan menjadi pecandu khamar dan tidak bertaubat, maka ia tidak akan meminum khamar (penuh kenikmatan) di akhirat.”

(HR. Muslim, no. 2003, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

6. Anjing dan Babi

Anjing dan babi adalah 2 hewan yang dihukumi sebagai najis’ain, dimana kita wajib mensucikan diri dari keduannya, dalilnnya adalah hadist yang di sampaikan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ»

“Sucinya bejana salah seorang di antara kalian ketika anjing menjilat dalam bejana tersebut, hendaklah mencucinya sebanyak tujuh kali dan yang pertama dengan menggunakan tanah.”

(HR. Muslim, no. 279). Hadits ini menunjukkan najisnya anjing sedangkan babi itu dihukumi najis sama dengan anjing, bahkan lebih parah.

7. Muntah dan Air dari Bisul

Bekas muntahan atau air yang keluar dari bisul juga dihukumi sebagai najis.

Hal ini disamakan dengan dalil najisnnya darah diatas.

Referensi :

  1. Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafi’i.Cetakan kelima, Tahun 1436 H. Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily. Penerbit Darul Qalam.
  2. Rumaysho.com
  3. Wikipedia.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Syarat Sah Sholat
Selengkapnya

Syarat Sah Sholat

Udah shalat setiap hari, wajib hingga sunnahnnya tapi tidak tau syarat-syaratnya ? Simak ulasan lengkapnnya disini. Shalat adalah…
Gambar Cara Menghilangkan Najis
Selengkapnya

Cara Menghilangkan Najis

Menghilangkan najis dari tubuh kita, dari pakaian kita dari tempat yang kita gunakan adalah wajib bagi kita. Sebagaimana…
Gambar Najis Yang Di Maafkan
Selengkapnya

Najis yang di Maafkan

Najis adalah sesuatu yang kotor yang apabila kita terkena najis tersebut kita wajib membersihkannya. Ada yang cukup dengan…