Niat

Niat Ibadah

Segala amal perbuatan itu tergantung dari niat yang ada di dalam hati, lalu apakah di setiap ibadah yang kita tunaikan harus melafadzkan niat ? atau cukup hanya di dalam hati ?

Pembahasan mengenai niat ini tentu sudah di bahas berulang kali oleh para guru kita, seperti Ustadz Adi Hidayat Lc, Ustadz Abdul Somad Lc, ataupun Ustadz – Ustadz para assatidz lainnya.

Selain itu teman-teman juga bisa membaca di kitab-kitab mengenai niat seperti kita Bukhari, kitab shahih Muslim ataupun kitab-kitab yang di tulis para ulama kita terdahulu.

Dan pada artikel ini, saya hanya mengulang kembali apa yang telah di jelaskan oleh para tuan guru kita, jika ada kesalahan kata ataupun hal yang lainnya mohon penulis untuk di ingatkan, agar segera di perbaiki dan di istiqfari supaya tidak terjadi lagi kesalahan yang sama.

Apa itu Niat ?

Apa itu niat ? Niat adalah amalan hati seseorang hanya kepada Allah سبحانه و تعالى dan hanya Allah sajalah yang mengetahui.

Niat bertempat di Qolbun atau Hati  bukanlah di lisan, dan hal ini berdasarkan ijma‘ atau kesepakatan para ulama sebagaimana yang telah di nukil dari Syaik Ahmad bin Abdul Harim Abul Abbas Al Haroni di dalam kitab Majmu

Pembahasan mengenai niat ini begitu sangat menarik, karena apa ? karena ada yang mengatakan bahwa niat itu harus di lafadzkan ada juga yang mengatakan bahwa niat itu cukup di dalam hati dll.

Logikannya setiap orang yang ingin melakukan sebuah ibadah tentu di dalam hatinnya sudah terlintas mengenai niat untuk melakukan suatu ibadah tersebut bukan ?

Bahkan apabila seseorang di sodorkan air kemudian dia menggunakan air itu untuk membasuh kedua tangan, berkumur, hingga membasuh kedua kakinnya, maka pasti sangat tidak masuk akal kalau dia tedak mengetahui kalau dirinnya sedang melakukan ibadah berwudhu.

Sehingga sebagian ulama kita mengatakan “Seandainnya Allah سبحانه و تعالى membebani kita dalam melakukan suatu amalam tanpa niat, niscara ini adalah pembebanan yang sulit / berat di lakukan “

Dan perihal ini sering kita temukan ketika kita sedang menunaikan ibadah seperti shalat, puasa dll, bahkan di dalam kitab syarhul Mumthi, I/128 dan Al Fawa’id Dzahabiyyah, hal.12 di jelaskan Apabila syaitan membisikan kepada kalian yang membuat hati kalian selalu merasa was-was ketika melakukan ibadah seperti shalat,maka tenangkanlah hatimu dan tinggalkanlah perasan was-was seperti itu. 

Hukum Melafadzkan Niat

Perihal melafadzkan niat ini sudah begitu melekat didalam masyarakat kita, dan tak sedikit yang setiap ingin melakukan ibadah di masyarakat kita melafadzkan niat dengan suara yang keras.

Tidak heran, karena hal ini memang sudah di ajarkan oleh ustadz-ustadz kita bahkan di ajarkan pula di sekolah-sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.

Yang sering kita temui adalah tatkala ingin melakukan ibadah shalat banyak yang mengeraskan suarannya dengan membaca  أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

misal ketika ingin melakuakn shalat ashar, dan seterusnnya.

Namun adakah tuntunan untuk melafadzkan niat dengan suara keras ketika ingin melakukan suatu ibadah ?

Jika kita melihat dari hadist diatas tentu kita sudah bisa menyimpulkan bahwa ketika kita sudah meyakini didalam hati untuk melakukan sebuah ibadah tanpa perlu di lafadzkan niatnnya allah pasti sudah mengetahui dan membaca niat kita di dalam hati, karena memang letak niat adannya di dalam hati bukan untuk di lafadzkan.

Selain itu hal ini juga di kuatkan dengan hadist nabi yang mengatakan “Sesungguhnya agama itu mudah.” (HR. Bukhari)

Masya allah, hadist yang begitu indah. Lalu apakah yang mengucapkan niat secara di lafadzkan bahkan di jaharkan itu salah ?

Tidak juga, karena itu bukanlah sesuatu yang menyimpang, hal ini di cetuskan oleh para guru kita yang menisbatkan dirinnya kepada mazhab syafi’i, kemudian menyusun lafadz-lafadz niat tersebut yang tujuannya sebagai pelengkap bukan azas niat, karena azas niat adannya di dalam hati.

Menurut jumhur ulama atau mayoritas ulama mengatakan bahwa tidak ada niat kecuali didalam hati.

Hal ini di sebabkan karena para ulama tidak menemukan hadist-hadist yang mengatakan mengenai di lafadzkannya niat ketika ingin mendirikan suatu ibadah, lalu Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitab beliau Zaadul Ma’ad, I/201,

”Jika seseorang menunjukkan pada kami satu hadits saja dari Rasul dan para sahabat tentang perkara ini (mengucapkan niat), tentu kami akan menerimanya. Kami akan menerimanya dengan lapang dada”

Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi dan sahabatnya. Dan tidak ada petunjuk yang patut diikuti kecuali petunjuk yang disampaikan oleh pemilik syari’at yaitu Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam.

Bahkan di dalam hadist riwayat imam muslim juga di sampaikan ”Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada dasar dari kami, maka amalan tersebut tertolak. (HR. Muslim)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat wa shallallahu ’ala Muhammad wa ’ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Adapun untuk lebih jelas dalam mempelajari sesuatu mengenai niat ini, teman-teman bisa melihat didalam video yang telah di jelaskan guru kita Ustadz Adi Hidayat Lc

Atau juga teman-teman bisa membaca buku-buku mengenai pembahasan yang lebih mendalam soal niat.

 

Referensi Kitab untuk belajar Akhlak

  • Lathaif Al-Ma’arif: Ibnu Rajab Al-Hambali.
  • Al-Adzkar: Imam Nawawi.
  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim dll

 

Niat-niat yang Masyhur saat ini

Walupun tidak ada hadist atau ayat Al Qur’an yang menjelaskan mengenai di Lafadzkannya niat ketika ingin melakukan sebuah ibadah, tetapi berikut kami cantumkan niat-niat yang masyhur pada saat ini di kalangan masyarakat kita :

 

Niat Sholat Wajib Lima Waktu

Bacaan niat yang masyhur di kalangan masyarakat kita tentu tidak hanya bacaan untuk anjuran menunaikan hal-hal yang sifatnnya sunnah saja melainkan yang wajibpun sama seperti bacaan niat shalat wajib berikut ini . :

1. Niat Shalat Shubuh

Bacaan Niat Shalat Shubuh

Bacaan Niat Shalat Shubuh Arab

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Shalat Shubuh Latin

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Bacaan Niat Shalat Shubuh

“Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

2. Niat Shalat Dhuhur

Niat Shalat Dhuhur

Bacaan Niat Shalat Dhuhur Arab

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Shalat Dhuhur Latin

“Usholli Fardlon dhuhri Arba’a Rok’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Bacaan Niat Shalat Dhuhur

“Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

3. Niat Shalat Ashar

Niat Shalat Ashar

Bacaan Niat Shalat Ashar Arab

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Shalat Ashar Latin

“Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Bacaan Niat Shalat Ashar

“Aku niat melakukan sholat fardu ashar empat rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

4. Niat Shalat Maghrib

Niat Shalat Maghrib

Bacaan Niat Shalat Maghrib Arab

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Shalat Maghrib Latin

Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala

Arti Bacaan Niat Shalat Maghrib

“Aku niat melakukan sholat fardu maghrib tiga rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

5. Niat Shalat Isya

Niat Shalat Isya

Bacaan Niat Shalat Isya Arab

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan Niat Shalat Isya Latin

“Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Arti Bacaan Niat Shalat  Isya

“Aku niat melakukan sholat fardu isya empat rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

 

Niat Shalat Jum’at

niat shalat sunnah Jum'at

Bacaan niat shalat sunnah Jum’at arab  (Sebagai Makmum) :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Jum’at latin :

Ushollii fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala.

Arti bacaan niat shalat sunnah Jum’at :

“Aku niat melakukan shalat jum’at dua rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta’ala.”

niat shalat sunnah Jum'at Sebagai Imam

Bacaan niat shalat sunnah Jum’at arab  (Sebagai Imam) :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Jum’at latin :

Usholli fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala.

Arti bacaan niat shalat sunnah Jum’at :

“Aku niat melakukan shalat jum’at dua rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi imam, karena Allah ta’ala.”

Niat Shalat Wajib Idul Fitri

Niat Shalat Wajib Idul Fitri

Bacaan niat shalat sunnah Idul Fitri arab  :

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan niat shalat sunnah Idul Fitri latin :

Usholli rak’ataini sunnatan li’idil fitri (ma’muman/imaman) lillahi ta’ala

Arti bacaan niat shalat sunnah Idul Fitri :

“Aku berniat shalat sunnah idul fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Niat Shalat Wajib Idul Adha

Bacaan Niat Shalat Idul Adha

Bacaan niat shalat sunnah Idul Adha arab  :

ُأُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَــــــــالَى 

Bacaan niat shalat sunnah Idul Adha latin :

Ushallî rak‘ataini sunnata-li ‘îdil adl-hâ (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ

Arti bacaan niat shalat sunnah Idul Adha :

“Aku niat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘âlâ.”

 

Niat Shalat Sunnah

Selesai menunaikan yang wajib tentu ada amalan sunnah yang perlu di kerjakan yang tujuannya untuk melengkapi kesalahan atau kekurangan-kekurangan yang kita kerjakan ketika menunaikan ibadah shalat wajib, diantara bacaan niat shalat sunnah yang masyhur di masyarakat adalah bacaan shalat sunnah berikut ini :

 

Niat Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang di tegakan atau dirikan untuk mengiringi shalat wajib kita, dan shalat sunnah rawatib ini juga di bagi menjadi 2 yang pertama shalat sunnah rawatib muakad yang sifatnnya berarti di anjurkan untuk di laksanakan dan yang kedua shalat sunnah rawatib ghoiru mu’akkad yang kurang di anjurkan tapi boleh di tunaikan.

Niat Shalat Sunnah Rawatib Mu’akkad

1. Shalat sunnah 2 rakaat sebelum shalat shubuh ( Qobliyah Shubuh )

 shalat shubuh ( Qobliyah Shubuh )

Bacaan niat shalat sunnah qobliyah shubuh arab  :

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah qobliyah shubuh latin :

Usholli sunnatash-shubhi rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’aala

Arti bacaan niat shalat sunnah qobliyah shubuh :

“Saya niat shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala”

2. Shalat sunnah 2 atau 4 rakaat sebelum shalat dhuhur ( Qobliyah Dhuhur )

niat shalat sunnah qobliyah dhuhur

Bacaan niat shalat sunnah qobliyah dhuhur arab  :

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah qobliyah dhuhur latin :

Usholli sunnatazh-zhuhri rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

Arti bacaan niat shalat sunnah qobliyah dhuhur :

“Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala

3. Shalat sunnah 2 atau 4 rakaat sesudah shalat dhuhur ( Ba ‘diyah Dhuhur )

niat shalat sunnah Ba'diyah dhuhur

Bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah dhuhur arab  :

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah dhuhur latin :

Usholli sunnataz-zhuhri rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

Arti bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah dhuhur :

“Saya niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala

4. Shalat sunnah 2 sesudah shalat maghrib ( Ba’diyah Maghrib )

niat shalat sunnah Ba'diyah maghrib

Bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah maghrib arab  :

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah maghrib latin :

Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

Arti bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah maghrib :

“Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala”

5. Shalat sunnah 2 sesudah shalat Isya ( Ba’diyah Isya )

 niat shalat sunnah Ba'diyah Isya

Bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah Isya arab  :

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah Isya latin :

Usholli Sunnatal ‘isya’i rok’ataini ba’diyyayan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aala

Arti bacaan niat shalat sunnah Ba’diyah Isya :

“Saya niat shalat sunnah setelah ‘isya dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala”

 

Niat Shalat Sunnah Tahajud

Niat Shalat Sunnah Tahajud

Bacaan niat shalat sunnah Tahajud arab  :

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Tahajud latin :

“Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.”

Arti bacaan niat shalat sunnah Tahajud :

“Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala”

 

Niat Shalat Sunnah Isyraq / Syuruq

Niat Shalat Sunnah Isyraq

 

Bacaan niat shalat sunnah Isyraq arab  :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Isyraq latin :

“Ushalli sunnatal isyraq rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.”

Arti bacaan niat shalat sunnah Isyraq :

“Aku berniat shalat sunat Isyraq dua rakaat, karena Allah Ta’ala”

 

Niat Shalat Sunnah Dhuha

Niat Shalat Sunnah Dhuha

Bacaan niat shalat sunnah Dhuha arab  :

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Dhuha latin :

“Ushollii Sunnatadh Dhuha Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillaahi Ta’aalaa.”

Arti bacaan niat shalat sunnah Dhuha :

“Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

 

Niat Shalat Sunnah Hajat

Niat Shalat Sunnah Hajat

Bacaan niat shalat sunnah Hajat arab  :

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Hajat latin :

“Usholli sunnatal-haajati rok’atayni lillahi ta’aala”

Arti bacaan niat shalat sunnah Hajat :

“Saya berniat sholat sunnah hajat dua roka’at karena Allah Ta’aala”

 

Niat Shalat Sunnah Taubat

Niat Shalat Sunnah Taubat

Bacaan niat shalat sunnah Taubat arab  :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَي

Bacaan niat shalat sunnah Taubat latin :

“Ushalli sunnatat taubati rok’ataini lillahi ta’ala”

Arti bacaan niat shalat sunnah Taubat :

“Saya niat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah”

Niat Shalat Sunnah Wudhu

Niat Shalat Sunnah Wudhu

Bacaan niat shalat sunnah Wudhu arab  :

اُصَلِّى سُنَّةً الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Wudhu latin :

Ushollii sunnatal wudhuu’i rok’ataini lillaahi ta’aalaa.

Arti bacaan niat shalat Wudhu Taubat :

“Aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah Ta’ala”

 

Niat Shalat Sunnah Tasbih

Niat Shalat Sunnah Tasbih

Bacaan niat shalat sunnah Tasbih arab  :

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Tasbih latin :

Usholli sunnatat tasbihi rak’ataini lillahi ta’alaa

Arti bacaan niat shalat sunnah Tasbih :

“Aku (niat) shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah Taala.”

 

Niat Shalat Sunnah Witir

Niat Shalat Sunnah Witir

Bacaan niat shalat sunnah Witir arab (Satu Rakaat)  :

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Witir latin :

Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa

Arti bacaan niat shalat sunnah Witir :

“Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”

niat shalat sunnah Witir tiga rakaat

Bacaan niat shalat sunnah Witir arab (Tiga Rakaat)  :

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Witir latin :

Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa

Arti bacaan niat shalat sunnah Witir :

“Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”

 

Niat Shalat Sunnah Terawih

niat shalat sunnah Terawih

Bacaan niat shalat sunnah Terawih arab (Berjamaah )  :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Terawih latin :

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa

Arti bacaan niat shalat sunnah Terawih :

“Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

niat shalat sunnah Terawih Sendiri

Bacaan niat shalat sunnah Terawih arab (Munfarid)  :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Terawih latin :

Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala

Arti bacaan niat shalat sunnah Terawih :

“Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

 

Niat Sholat Sunnah Terawih Sebagai Imam

niat shalat sunnah Terawih

Bacaan niat shalat sunnah Terawih arab (Imam)  :

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat shalat sunnah Terawih latin :

Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa

Arti bacaan niat shalat sunnah Terawih :

“Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

 

Kumpulan Bacaan Niat Puasa Masyhur

Melafadzkan niat ketika ingin melakukan sebuah ibadah tidak hanya di lakukan ketika ingin menunaikan ibadah sholat saja melainkan ketika berbagai macam ibadah seperti puasa, maka tak heran jika banyak bacaan-bacaan niat puasa yang melekat di kalangan masyarakat kita.

Diantara lafadz niat puasa yang masyhur di kalangan masyarakat kita adalah sebagai berikut :

 

Niat Puasa Ramdhan

Niat Puasa Ramdhan

Bacaan niat Puasa Ramdhan arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Ramdhan Latin  :

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala

Arti niat Puasa Ramdhan  :

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

 

Niat Puasa enam hari Syawal

Niat Puasa enam hari Syawal

Bacaan niat Puasa enam hari syawal arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa enam hari syawal Latin  :

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Arti niat Puasa enam hari syawal  :

“Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT”

 

Niat Puasa Rajab

Niat Puasa Rajab

Bacaan niat Puasa Rajab arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Rajab Latin  :

NAWAITU SHOUMA GHODIN FII SYAHRI RAJABI SUNNATAN LILLAAHI TA’AALAA

Arti niat Puasa Rajab  :

“Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allah Ta’ala”

 

Niat Puasa Daud

Niat Puasa Daud

Bacaan niat Puasa Daud arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Daud Latin  :

NAWAITU SHAUMA DAAWUDA SUNNATAL LILLAHI TA’ALA

Arti niat Puasa Daud  :

“Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta’ala”

 

Niat Puasa Sunnah Senin

Niat Puasa Sunnah Senin

Bacaan niat Puasa Senin arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Senin Latin  :

Nawaitu Sauma Yaumal Itsnaini Sunnatan Lillahi Tana’ala

Arti niat Puasa Sunnah Senin   :

“Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala”

 

Niat Puasa Sunnah Kamis

niat Puasa  Sunnah Kamis

Bacaan niat Puasa Sunnah Kamis arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Sunnah Kamis Latin  :

Nawaitu Sauma Yaumal Khomiisi Sunnatan Lillahi Ta’ala

Arti niat Puasa  Sunnah Kamis  :

“Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.”

 

Niat Puasa Sunnah Asyura

Niat Puasa Sunnah Asyura

Bacaan niat Puasa Asyura arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ عَشُرَ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Asyura Latin  :

Nawaitu sauma Asyuro sunnatal lillahita’ala

Arti niat Puasa Asyura  :

“Saya niat puasa hari asyura , sunnah karena Allah ta’ala”

 

Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah, Arafah & Tarwiyah/Tasu’a

Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah

Bacaan niat Puasa Dzulhijjah arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Dzulhijjah Latin  :

“Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati sunnatan lillahita’aala”

Arti niat Puasa Dzulhijjah  :

 Saya niat puasa bulan Dzulhijjah Sunnah karena Allah Ta’ala

Bacaan niat Puasa Arafah

Bacaan niat Puasa Arafah arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Arafah Latin  :

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.

Arti niat Puasa Arafah  :

“Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”

Bacaan niat Puasa Tarwiyah Idul Adha

Bacaan niat Puasa Tarwiyah Idul Adha arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Bacaan niat Puasa Tarwiyah Latin  :

“Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan lillahita’aala”

Arti niat Puasa Tarwiyah  :

Saya niat berpuasa Tarwiyah Sunnah karena Allah Ta’ala.

 

Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Niat Puasa Sunnah Ayyamul Bidh

Bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh arab  :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh Latin  :

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.

Arti niat Puasa Ayyamul Bidh  :

“Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunah karena Allah Ta’ala.”

Dan itulah pembahasan lengkap mengenai apa itu Niat, dan niat-niat yang mashyur pada saat ini, semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi teman-teman. wallahualam bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
waktu sholat maghrib
Selengkapnya

Sholat Maghrib

Pada Artikel kali ini temenngaji.com akan membahas mengenai √ Tata Cara Sholat Maghrib dari mulai √ Keutamaan √ Niat √…
Gambar Doa Ketika Mau Tidur
Selengkapnya

Doa Tidur

Kumpulan doa sebelum tidur √ Keutamaan √ Doa Sebelum Tidur √ Doa Mimpi Buruk √ Doa Terjaga di…
Gambar Doa Ketika Hujan
Selengkapnya

Doa Hujan

Pada artikel ini dibahas mengenai hadist hujan dan doa √ Doa Ketika Hujan √ Doa Ketika Hujan Deras…