Niat Puasa Dzulhijjah

Gambar Niat Puasa Dzulhijjah

Banyak orang yang bertanya, benarkah ada tuntunnya puasa di hari pertama hingga ke sembilan di bulan Dzulhijjah itu ada tuntunnya ?

Bukankah yang diketahui hanyalah puasa pada hari ke sembilan saja yaitu puasa Arafah ?

Intinnya, puasa Dzulhijjah itu memiliki tuntunnan, adapaun dalil yang menjalaskan keistimewaan dari puasa Dzulhijjah ini karena pernahdilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalil Puasa Dzulhijjah

Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Hunaidah bin khalid, dari istrinnya beberapa istri nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan :

Dalil Puasa Dzulhijjah

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.”

(HR. Abu Daud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Selain Rasulullah, diantara sahabat, tabiin orang orang sholeh yang mempraktekan puasa Dzulhijjah ini adalah :

  1. Ibnu ‘Umar
  2. Umar bin Al Khottob
  3. Abdullah bin Mawhab
  4. Ibnu Rajab Al Hambali
  5. Imam Al-Hasan Al-Bashri
  6. Ibnu Sirin
  7. Qotadah

Dan juga banyak para sahabat, tabiin dan orang orang sholeh lainnya yang menjalan puasa di awal bulan Dzulhijjah ini.

Tidak hanya menjalankan puasa Dzulhijjah, Qotadah juga menjelaskan keutamaan dari berpuasa Dzulhijjah ini, dan inilah yang menjadi pendapat mayoritas Ulama. (Lath’if Al-Ma’arif, hl, 459)

Lalu bagiamana dengan dalil bahwa Nabi tidak pernah melakukan puasa Dzulhijjah, sebagaimana yang di riwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallau ‘anha

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَائِمًا فِى الْعَشْرِ قَطُّ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh hari bulan Dzulhijah sama sekali.”

(HR. Muslim no. 1176)

Untuk dapat menjawab itu, coba kita lihat perkataan dari Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah berikut ini :

Imam Ahmad bin Hambal menjelaskkan mengenai maksud riwayat bahwa nabi tidak pernah berpuasa pada awal bulan Dzulhijjah ini adalah bahwa nabi tidak berpuasa penuh selama sepuluh hari bulan Dzulhijjah.

Adakalannya beliau berpuasa sebagian hari kemudian berbuka, sedangkan riwayat yang di sampaikan Hafshah mengenai nabi tidak pernah meninggalkan puasa di sepuluh hari bulan Dzulhijjah itu diambil dari mayoritas hari yang ada.

Lalu mana yang benar ? Tentu semuannya benar, dari perbedaan hadist diatas bukankah kita dapat melihat betapa Cintanya Nabi dengan umatnnya ?

Bayangkan apabila nabi selama hidupnya berpuasa Full selama 10 hari dibulan Dzulhijjah, bukankah itu akan memberatkan umatnya yang tidak dapat menjalankan puasa di 10 hari bulan Dzulhijjah ?

Sedangkan puasa 10 hari Dzulhijjah itu bukankah hukumnya sunnah ? masya allah, membaca hadist diatas saja sudah bisa ya meningkatkan keimanan kita kepada allah dan menambah kecintaan kita kepada nabi ya, masya allah.

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad, Allahumma sholli ‘alayhi wassalam.

Cara Melaksanakan Puasa Dzulhijjah

  1. Bisa dilakukan dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, namun lebih utama lagi apabila puasa di hari ke 9 di bulan Dzulhijjah yaitu (puasa arafah)
  2. Boleh di selang seling, sehari puasa sehari tidak yang terpenting jangan meninggalkan puasa arafah.

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Benarkah amalan shalih di awal bulan Dzulhijjah itu dapat mengalahkan amalan jidah ?

Hal ini dijelaskan didalam hadist Ibnu ‘Abbas :

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

“Tidak ada satu amal shalih yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shalih yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah pun tidak bisa mengalahkan kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali sedikit pun.”

(HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Niat Puasa Dzulhijjah

Niat puasa Dzulhijjah ini cukup didalam hati saja.

Adapun niat yang mashyur pada kalangan masyarakat kita ini, sebagai berikut :

Niat Puasa Zhulhijjah Hari ke 1 sampai 7

1. Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 1 – 7

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin :

Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinnya :

Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.

2. Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 8

Niat Puasa Dzulhijjah Hari ke 8


نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin :

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.

3. Niat Puasa Dzulhijjah tanggal 9

Niat Puasa Dzulhijjah hari ke 9


نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin :

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinnya :

Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.

Perlukah di lafazjkan atau tidak ? Hal ini sudah kami bahas secara lengkap pada artikel “Wajibkah kita melafadzkan niat pada setiap Ibadah”

Perihal niat, teman teman bisa membacannya secara lengkap disitu, semoga bermanfaat.

Referensi :

  1. Rumaysho.com Artikel (Ustadz. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc)
  2. Islami.co Artikel (Ustadz. M. Alvin Nur Choironi)
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *