Niat Puasa Rajab

Gambar Niat Puasa Rajab

Puasa Rajab adalah salah satu puasa Sunnah yang diajarkan oleh rasullullah sawlllahi ‘alaihi wassalam.

Puasa rajab ini sama halnya dengan puasa sunnah pada bulan lainnya, seperti puasa ayyamul bidh, puasa senin dan kamis atau puasa daud.

Namun adakah hal khusus apabila seseorang berpuasa di bulan Rajab ?

Berikut adalah beberapa dalil yang berkaitan dengan hal diatas :

Dalil Puasa Rajab

Dalil mengenai hadist puasa rajab ini terdapat beberapa hadist :

1. Hadist Anas bin Malik.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من اللبن و أحلى من العسل من صام من رجب يوما سقاه الله من ذلك النهر

Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada salju, lebih manis dari pada madu. Siapa yang puasa sehari di bulan Rajab, maka Allah akan memberinya minum dengan air sungai tersebut.”

HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman,  no. 3800, 3: 367. Ibnul Jauzi dalam Al-‘Ilal Al-Muntanahiyah, no. 912 menyatakan bahwa hadits ini tidak shahih, di dalamnya ada perawi majhul yang tidak jelas siapa mereka.

2. HR. Ath-Thabrai.

رجب شهر عظيم يضاعف الله فيه الحسنات فمن صام يوما من رجب فكأنما صام سنة ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه سبعة أبواب جهنم ومن صام منه ثمانية أيام فتح له ثمانية أبواب الجنة ومن صام منه عشر أيام لم يسأل الله إلا أعطاه ومن صام منه خمسة عشر يوما نادى مناد في السماء قد غفر لك ما مضى فاستأنف العمل ومن زاد زاده الله

“Bulan Rajab adalah bulan yang agung, Allah akan melipatkan kebaikan pada bulan itu. Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka seakan-akan ia berpuasa selama satu tahun. Barang siapa yang berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka akan ditutup tujuh pintu api neraka jahanam darinya. Barang siapa yang berpuasa delapan hari pada bulan itu, maka akan dibukakan delapan pintu surga baginya.

Barang siapa yang berpuasa sepuluh hari dari bulan Rajab, maka tidaklah Allah dimintai apa pun kecuali Allah akan memberinya. Barang siapa berpuasa lima belas hari pada bulan Rajab, maka ada yang memanggil dari langit, ‘Engkau telah diampuni dosamu yang telah lampau.’

Mulailah amal, siapa yang terus menambah, maka akan terus diberi pahala.”  

HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 5538 dari jalur ‘Utsman Ibnu Mathor Asy-Syaibani, dari ‘Abdul Ghafur yaitu Ibnu Sa’id, dari ‘Abdul ‘Aziz bin Sa’id dari bapaknya. Hadits ini dikatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai hadits maudhu’ atau palsu karena adanya ‘Utsman bin Mathar. Ibnu Hibban menyatakan bahwa ia meriwayatkan hadits-hadits palsu. Syaikh Al-Albani memasukkan hadits ini dalam kumpulan hadits lemah, dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 5413, 11: 692.

3. Penilaian Ibnul Qayim.

Ibnul Qayyim rahimahullah beliau menyampaikan “Segala hadist yang membicarakan puasa Rajab dan salat sebagaian malam seperti (shalat setelah maghrib dan malam malam pertama dibulan rajab) merupan hadist dusta

“Al manar Al-Munif, hlm.49”

4. Penilaian Ibnu Rajab.

Ibnu Rajab rahimahullah beliau menyampaikan “Hadist yang menunjukan mengenai keutamaan dari puasa Rajab secara khusus ini bukanlah hadis Shahih dari nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam ataupun para sahabatnnya,.

“Latha’if Al-Ma’arif, hlm. 213

5. Penilaian Syaikh Sayyid Sabiq.

Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah beliau berkata “Adapun puasa rajab, Tidak ada hadist yang menyebutkan mengenai keutamaan puasa rajab secara khusus, apabila ada maka hadist tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung.

“Fiqh Sunnah, 1:401”

6. Penilaian Syaikh Shalih Al-Munajjid.

Syaikh Shalih Al-Munajjid hafizhahullah beliau menyampaikan “Adapun dalil yang mengkhususkan puasa pada bulan rajab, maka tidak ada hadist shahih yang menunjukan keutamaannya atau menunjukan puasa di bulan rajab.

“Fatwa Al-Islam Sual Wa Jawab no. 75394”

Dalil mengenai puasa rajab sunggu masih begitu banyak yang lainnya, adapun orang orang yang meyakini bahwa banyak keutamaan puasa rajab dan mengkhususkan puasa rajab, apabila kita lebih teliti maka kita akan mendapati hal hal yang menjadi sandaran orang tersebut adalah dalil dalil yang lemah atau hadist palsu, allahu alam.

Bolehkah Puasa Rajab ?

Namun apakah tetap boleh menjalankan puasa di bulan Rajab ?

Tentu masih boleh, namun bukan bersandar pada hadist atau dalil diatas. mengenai pengkhususan dari puasa rajab.

Dalil Bolehkah Puasa Rajab

Adapun dalil yang bisa digunakan adalah dalil dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah danMuharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”

HR. Bukhari, no. 3197 dan Muslim, no. 1679

Apabila kita melihat hadist diatas, kita bisa melihat bulan bulan suci yang dimaksud adalah :

  1. Dzulqo’dah
  2. Dzulhijjah
  3. Muharaam
  4. Rajab

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, yang dianggap sebagai bulan suci, apabila seseorang bermaksiat dibulan haram tersebut maka mereka akan mendapat dosa yang lebih besar dari bulan biasannya.

Dan sebalikknya apabila seseorang beramal sholeh pada bulan tersebut, maka iya akan mendapat pahala yang lebih banyak pula dari bulan bulan sebelummnya.

“Lathaif Al-Ma’arif, hlm.207”

Amalan di Bulan Rajab

Adapun amaln yang bisa kita laksanakan pada bulan rajab diantarannya :

1. Berpuasa.

Boleh berpuasa rajab asalkan bukan mengkhususkan puasa rajab tersebutm melainkan sebagai bulan suci atau bulan haram sebagaimana dijelaskan pada hadist HR. Bukhari, no. 3197 dan Muslim, no. 1679.

2. Shalat & Berdzikir.

Shalat dan berdzikir disini adalah shalat sebagaimana biasannya dilakukan, bukan karena mengkhususukan, shalat atau dzikir karena berada di bulan rajab.

3. Membayar Hutang Puasa.

Allah Subhanahu Wa Ta’alla berfirman didalam Qs. Al Baqarah : 185

 وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

…Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain…

4. Sedekah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.”

QS. Saba’: 39

Bukankah diantara keutamaan bulan haram adalah siapa saja yang berbuat baik pada bulan haram mendapat pahala yang lebih banyak diantara bulan yang lainnya ?

Maka sedekah menjadi salah satu ibadah yang harus bisa kita laksanakan di bulan bulan haram.

Dan masih banyak amalan lainnya yang bisa anda lakukan dibulan rajab.

Niat Puasa Rajab

Tidak ada niat khusus dalam menjalankan puasa rajab, apabila hendak berpuasa karena memuliakan bulan bulan haram maka cukup niat didalam hati saja.

Perlukah melafadzkan niat ? Jawabannya bisa anda baca pada artikel “Perbedaan Pendapat Melapafzkan Niat atau Tidak dalam Ibadah”

Adapun niatnya kami tidak menemukan dalil untuk itu, berikut kami cantumkan niat yang penulis ambil dari website Islam.nu.or.id.

Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Latin :

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya :

“Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.”

Untuk tata cara pelaksanaan puasa rajab untuk menghormati karena termasuk bulan haram sama halnya dengan puasa sunnah lainnya, hal ini telah kami bahas pada artikel “Perbedaan Tata Cara Pelaksanaan Puasa Wajib dengan Puasa Sunnah”

Semoga bermanfaat, terimakasih.

Referensi Penulis :

  1. nu.or.id
  2. Rumaysho.com
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Gambar Niat Puasa Tarwiyah
Selengkapnya

Niat Puasa Tarwiyah

Tarwiyah apa itu hari tarwiyah ? Menurut Guru kita ustadz buya yahya, hari tarwiyah itu adalah hari persiapan…
Gambar Niat Puasa Ayyamul Bidh
Selengkapnya

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan selama tiga hari dalam setiap bulan. Kita sebagai seorang muslim…
Gambar Niat Puasa Sya'ban
Selengkapnya

Puasa Sya’ban

Akibat Panedmi Virus Corona membuat perhatian kita menjadi lalai terhadap hal besar yang kita akan alami. Bahkan sampai-sampai…