Niat Puasa Ramadhan

Ganbar Niat Puasa Ramadhan

Niat adalah sesuatu yang sakral ketika hendak mengerjakan suatu ibadah kepada Allah.

Segala amal perbuatan manusia dinilai dari niat yang iya harapkan, jika ia mengharap kebaikan dari allah, ia pasti akan mendapatkannya namun jika ia ingin mengharap pujian ia pun akan mendapatkannya pula.

Namun ada hal yang diperselisihkan dalam melafazdkan niat ketika hendak mengerjakan ibadah, entah itu puasa, shalat atapun yang lainnya.

Dan pembahasan ini telah tuntas kami bahas pada artikel Perlukah melafadzkan niat dalam ibadah”

Yang belum membacannya bisa langsung baca terlebih dahulu agar lebih paham ya.

Rukun Puasa

Rukun dalam Menjalankan Puasa

Dalam fikih Imam Syafi’i di dalam matan Abu Syuja dijelaskan mengenai rukun dan niat puasa apakah itu ?

Imam Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah mengatakan bahwa :

وَفَرَائِضُ الصَّوْمِ أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ

Kewajiban puasa (rukun puasa) itu ada empat:

النِّيَّةُ

1. Niat

وَالإِمْسَاكُ عَنِ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ

2. Menahan diri dari Makan dan juga Minum

 وَالجِمَاعِ

3. Menahan diri dari Berhubungan suami istri atau jimak

 وَتَعَمُّدِ القَيْءِ

4. Menahan diri dari Muntah dengan Sengaja.

Dari perkataan Abu Syuja diatas ada dua hal yang perlu diperhatikan bagi orang yang menjalankan Puasa, yaitu Berniat dan juga menjaga diri dari berbagai sesuatu yang dapat menurunkan nilai pahala puasa tersebut atau membatalkan puasa tersebut.

Dijelaskan diatas seperti, muntah dengan sengaja, berhubungan badan atau berjimak dan lain lain.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan yang paling istimewa diantara 11 bulan yang lainnya.

Bulan ini adalah bulan dimana seluruh pintu pintu surga dibuka dan pintu neraka di tutup.

Namun taukah kamu mengenai keistimewaan bulan ramadhan ini dibandingkan bulan bulan yang lainnya ?

1. Bulan di Turunkannya Al Qur’an

Ramadhan menjadi bulan mulia karena didalamnya Allah menurunkan Al Qur’an ke Baitul Izzah (Langit dunia) yang kemudian diturunkan secara berangsur angsur kepada nabi kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh malaikat Jibril.

Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.”

QS. Al Baqarah: 185

Imam Ibnu Katsir rahimahulla juga menafsirkan mengenai ayat diatas, bahwa kata beliau Allah mengistimewakaan bulan Ramadhan, karena pada bulan ini telah di turunkan Al Qur’an dan juga kitab kitab ilahiyah yang lainnya, yang diberikan kepada para Nabi ‘Alaihimus sallam” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179)

2. Di Tutupnya Pintu Neraka & dibukannya Pintu Surga

Pada bulan ini, seluruh setan yang biasa menggoda manusia di belenggu oleh Allah, dan pada bulan inipula seluruh pintu surga dibuka lebar lebar dan pintu neraka ditutup rapat rapat. ‘

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu

HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079.

3. Terdapat Malam Lailatul Qadr

Di bulan Ramadhan ini terdapat malam yang keutamaannya melebihi dari 1000 bulan, atau lebih dari ketika kita beribadah ibadah 2 1/2 tahun tanpa henti.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2)

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

QS. Al Qadr: 1-3

Dan Allah Ta’ala juga berfirman dalam ayat yang lainnya :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”

QS. Ad Dukhan: 3

Malam yang diberkahi yang dimaksud dari ayat diatas adalah malam lailatul qadr, dan inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. (Lihat Tafsir Ath Thobari, 21/6 & Zaadul Masiir, 7/336-337)

4. Bulan diKabulkannya Doa

Bulan Ramadhan ini juga menjadi bulan yang mustajab atau bulan yang apabila kita berdoa kepada Allah, mudah untuk terkabul.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.

HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.

Maka dari itu, marilah kita memperbanyak doa dibulan Ramadhan, marilah kita tingkatkan takwa dibulan Ramadhan.

Bisa jadi bulan Ramadhan kali ini adalah bulan Ramadhan terkahir kita berada di dunia, maka dari itu yuk sama-sama saling mengingatkan, saling menasehati untuk menjadi hamba yang lebih baik, dan lebih taat kepada Allah dan Rasulnya.

Cara Niat Berpuasa

Niat berarti al-qashdu, atau keinginan.

Apabila kita berkeinginan dalam berpuasa berarti itu sudah bisa dikatakan sebagai niat.

Karena letak niat ada didalam hati, tidak disyariatkan untuk melafadzkan niat, jadi apabila niat dalam hati saja sudah cukup atau sudah sah.

Namun ….. !!! Adapula orang orang yang hatinnya khawatir, takut tidak sah dalam beribadah maka mengeraskan niatnya, apakah itu salah ? tidak, karena hatinnya was-was namun jika hatinnya sudah yakin tidak perlu lagi dikeraskan dalam mengucapkan niat – begitulah setidaknnya yang disampaikan oleh guru kita Ustadz. Abdul Somad Lc. Ma

Syarat Berniat Puasa

1. At – Tabyiit ( Berniat malam hari sebelum shubuh )

Waktu membaca niat berpuasa itu dibedakan menjadi 2 yaitu :

Waktu Niat Puasa Wajib :

Niat Puasa Wajib ini dibaca sebelum terbit fajar, atau sebelum shubuh dalilnnya :

Dari Hafshah—Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.”

(HR. An-Nasai, no. 2333; Ibnu Majah, no. 1700; dan Abu Daud, no. 2454. Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini).

Maka apabila kita tidak membaca niat ketika hendak berpuasa wajib yaitu ramadhan, maka puasannya tidak sah.

Waktu Niat Puasa Sunnah

Untuk niat puasa sunnah ini boleh di pagi hari atau setelah fajar asalkan sebelum datang waktu zawal (tergelincirnya matahari ke arah barat) dalilnya :

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ عَلَىَّ قَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ طَعَامٌ ». فَإِذَا قُلْنَا لاَ قَالَ « إِنِّى صَائِمٌ »

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menemuiku lalu ia berkata, “Apakah kalian memiliki makanan?” Jika kami jawab tidak, maka beliau berkata, “Kalau begitu aku puasa.”

(HR. Muslim, no. 1154 dan Abu Daud, no. 2455).

2. At-Ta’yiin, (Meneggaskan Niat)

At Ta’yiin atau menggaskan niat disini bermaksud bahwa ditegaskan, mau berniat puasa wajib atau puasa sunnah, dalilnya adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى

Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.”

(Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)

At-ta’yiin ini berlaku hanya untk puasa wajib perlu peneggasan, jikalau puasa sunnah tidak perlu peneggasan, dalilnnya sebagaimana yang disampaikan oleh ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha diatas.

3. At-Tikroor (Niat harus berulang setiap malam)

At- Tikroor ini adalah salah satu syarat berpuasa yaitu di niatkan pada setiap malam ketikda hendak menjalankan puasa.

Tidak cukup satu kali niat dapat mewakili 30x puasa, jadi perlu adannya niat setiap malammnya.

dalillnya didalam kitab (Al-Fiqh Al-Manhaji, hlm. 340-341)

Niat Puasa Ramadhan

Jelas mengenai pembahasan Niat ? lalu adapun niat puasa wajib ramadhan yang mashur dikalangan masyarakat kita adalah :

Niat Puasa Sunnah Ramadhan


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin :

Nawaitu Shauma Ghodin ‘An Adaa’i Fardhi Syahri Romadhoona Haadzihis Sanati Lillahi Ta’ala

Artinya

Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan puasa fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

Doa Berbuka Puasa Ramadhan

Dalam doa berbuka puasa yang mashyur dikalangan masyarakat kita itu ada 2 macam yaitu :

Doa Berbuka Puasa 1

1. Doa Berbuka Puasa 1


اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin :

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinnya :

Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

2. Doa Berbuka Puasa 2

Doa Berbuka Puasa 2


اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنَّا، اِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ

Latin :

Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim.

Artinnya :

Ya Allah , untuk-Mu atau karena-Mu kami berpuasa, atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

(HR.Ibnu Sunni dan lainnya)

Jadwal Puasa Ramadhan 1442H / 2020

Dalam Maklumat PP Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2020 yang diunggah di pada website resmi PP Muhammadiyah.

Bahwa bulan ramadhan 1442H akan tiba pada Kamis Wage, tanggal 23 April 2020 pukul 09.29.01 WIB.

Hal ini menurut Ijma Muhammadiyah Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT ) = +03°53¢09² (hilal sudah terlihat / wujud).

Dan akan mulai menjalankan puasa atau di hitung 1 ramadhan pada hari jum’at, tanggal 24 April 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
niat sholat shubuh
Selengkapnya

Shalat Shubuh

Diantara beberapa waktu yang allah perintahkan umatnnya untuk memperbanyak doa pada waktu itu adalah waktu shubuh, allah berfirman…
Gambar Dzikir Petang
Selengkapnya

Dzikir Petang

Dzikir Petang, Pada artikel sebelumnnya kami telah membahas mengenai Dzikir Pagi, dari mulai keutamaannya dan doa-doa dzikir pagi,…
Gambar Puasa Arafah
Selengkapnya

Niat Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah, tepatnnya pada hari ke 9 sebelum melaksanakan Shalat Idul…