Niat Puasa Syawal

Gambar Niat Puasa Syawal

Mau dapat pahala puasa satu tahun penuh tanpa jeda ? Yuk, puasa enam hari syawal, berikut tuntunan dan keutamaannya.

Salah satu dari pintu-pintu kebaikan dalam beribadah kepada allah adalah dengan cara berpuasa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai,…”

HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih

Dalam hadist diatas dikatakan salah satu pintu kebaikan adalah dengan cara berpuasa, puasa bagi seorang muslim adalah perisai dirinnya dari pintu kemaksiatan.

Diantara ibadah ada yang wajib dan sunnah, wajib puasa yaitu ketika kita menjalankan puasa ramadhan dan puasa sunnah ketika kita menjalankan puasa syawal atau lebih dikenal sebagai puasa sunnah 6 hari syawal.

Apa faedahnya ? ini yang akan kita bahas bersama, bismillahirrohmanirohim.

5 Keutamaan Puasa 6 Hari Syawal

Banyak guru-guru kita yang menganjurkan kita apabila setelah selesai menjalankan puasa wajib yaitu ramadhan, hendaknnya menyempurnakannya dengan menambah berpuasa enam hari syawal.

Setidaknya ada lima faedah atau keutamaan dari berpuasa syawal ini.

1. Seperti Berpuasa 1 Tahun Penuh (Tanpa Jeda / Bolong).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.

HR. Muslim no. 1164, dari Abu Ayyub Al Anshori

Para ulama menjelaskan mengenai hitungan seperti puasa satu tahun penuh ini dengan cara apabila puasa Ramadhan selama 30 hari Full dihitung layaknya berpuasa sepuluh bulan (30 x 10 = 300 Hari atau = 10 Bulan)  maka puasa enam hari syawal sama dengan berpuasa selama dua bulan tanpa henti (6 x 10 = 60 hari atau = 2 bulan).

Jadi seolah-olah orang telah berpuasa Ramadhan selama 30 hari penuh dan ditambah dengan Sunnah 6 hari syawal, maka orang tersebut seperti telah berpuasa satu tahun penuh tanpa berhenti atau tanpa bolong.

Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا) »

Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. “[Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal]QS. Al An’am ayat 160

Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal

[Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1007]

Inilah nikmat yang luar biasa yang Allah berikan pada umat Islam.

[Lihat Fathul Qodir, Asy Syaukani,3/6, Mawqi’ At Tafaasir, Asy Syamilah dan Taisir Al Karimir Rahman, ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 282, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1420 H]

2. Dapat menutup Kekurangan dan Menyempurnakan Puasa Wajib.

Yang dimaksud dari Puasa Sunnah enam hari syawal dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan puasa ramadhan adalah Puasa Syawal seperti ibadah shalat sunnah lainnya rawatib contohnnya, dimana ibadah atau amalan-amalan sunnah ini menjadi penutup atau penyempurna ibadah yang wajib.

[Lihat Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 394, Daar Ibnu Katsir, cetakan kelima, 1420 H [Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawaas]

3. Tanda diterimannya Puasa Ramadhan.

DIantara tanda diterimannya amalan seorang hamba, maka allah akan menunjukannya kembali kepada amal sholeh atau ibadah yang lain.

Dimana tujuannya untuk semakin mendekatkan dirinnya kepada Allah Subnahu Wa ta’ala.

Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf bahwa :

مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا

Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.

Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/417, Daar Thoyyibah, cetakan kedua, 1420 H [Tafsir Surat Al Lail]

4. Sebagai bentuk Syukur kepada Allah.

Puasa enam hari syawal sebagai bentuk syukur kepada Allah, syukur apa yang dimaksud yaitu syukur atas ampunan dosa yang diberikan allah kepada hambannya.

Bukankah kita semua memiliki dosa ? bukankah kita tahu dosa kita begitu banyak ? maka dari itu dengan menjalankan ibadah puasa ramadhan yang wajib kemudian di tambah dengan ibadah yang Sunnah seperti puasa 5 hari syawal, akan menggugurkan dosa-dosa yang kita perbuat.

Ibnu Rajab mengatakan, ”Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan.

(Latho-if Al Ma’arif, hal. 39)

Bahkan Rasullullah yang memiliki sifat maksum atau terjaga dari berbagai kesalahan ini masih melakukan puasa Sunnah, puasa wajib bahkan mendirikan sholat malam hingga kakinnya bengkak, yang dimana beliau lakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Dalilnnya, Ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya oleh istri tercinta beliau yaitu ’Aisyah radhiyallahu ’anha mengenai shalat malam yang banyak beliau lakukan, beliau pun mengatakan,

أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا

”Tidakkah aku senang menjadi hamba yang bersyukur.

HR. Bukhari no. 4837 dan Muslim no. 2820.

5. Orang yang Sholeh

Ada orang yang bergembira ketika Ramadhan berakhir, namun ada juga orang yang menangis bersedih ketika ramadhan berakhir.

Karena tidak ada bulan yang begitu mulia selain bulan Ramadhan, karena rasa sedihnya itu membuat dirinnya tidak mau kehilangan amalan-amalan yang telah dikerjakannya di bulan ramadhan.

Maka orang tersebutpun melanjutkan ibadahnya sebagaimana yang dia lakukan dibulan ramadhan contohnya melanjutkan puasa sunnah, seperti puasa enam hari syawal.

Ada sebagian orang yang hanya rajin ibadah dan shalat malam di bulan Ramadhan saja, lantas dikatakan kepada mereka,

بئس القوم لا يعرفون لله حقا إلا في شهر رمضان إن الصالح الذي يتعبد و يجتهد السنة كلها

Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang yang sholih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun”.

Cara Melaksanakan Puasa Syawal

Ada banyak yang bertanya, “kapan mulai puasa sunnah enam hari syawal ? Mulai kapan sudah bisa berpuasa lagi ?” berikut adalah tata cara pelaksanaan puasa enam hari syawal.

Cara Melaksanakan Puasa Syawal
  1. Puasa Syawal dilakukan selama enam hari.
  2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah idul fitri atau H+3, namun tidak mengapa apabila ingin berpuasa di hari yang lain, yang penting masih berada dibulan syawal.
  3. Lebih utama dilaksanakan secara berurutan selama enam hari, namun apabila ingin dilakukan selang seling, sehari berpuasa sehari tidak, itu juga tidak masalah selama masih berada dibulan syawal.
  4. Apabila ada puasa ramadhan yang kurang / bolong hendak di qodho terlebih dahulu sebelum melakukan ibadah puasa syawal.
    .
    Bagaimanapun, ibadah wajib lebih didahulukan dibanding dengan ibadah sunnah.

Niat Puasa Enam Hari Syawal

Adapun soal niat berpuasa syawal, kami telah mengulasnya secara lengkap pada artikel “Perlukah melafadzkan niat ketika hendak melakukan sebuah ibadah”

Mungkin, teman teman bisa membacanya terlebih dahulu, karena untuk dalil mengenai niat puasa enam hari syawal kami belum menemukannya.

Adapun, yang mashyur pada kalangan masyarakat kita adalah sebagai berikut :

Bacaan Niat Puasa Syawal


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Latin :

“Nawaitu Shauma Ghadin ‘An Ada’i Sunanatis Syawwali Lillahi Ta’ala.”

Artinnya :

Saya niat berpuasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.

Kapan membacakan niat puasa diatas ? puasa syawal termasuk dengan puasa sunnah yaitu boleh di bacakan pada siang hari setelah fajar asalkan sebelum datang waktu zawal (tergelincirnya matahari ke arah barat) dalilnya :.

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ عَلَىَّ قَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ طَعَامٌ ». فَإِذَا قُلْنَا لاَ قَالَ « إِنِّى صَائِمٌ »

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menemuiku lalu ia berkata, “Apakah kalian memiliki makanan?” Jika kami jawab tidak, maka beliau berkata, “Kalau begitu aku puasa.”

(HR. Muslim, no. 1154 dan Abu Daud, no. 2455).

Jadwal Puasa Syawal 1441H

PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1441 H akan jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020.

PP Muhammadiyah mengatakan ijtimak menjelang awal Syawal 1441 H terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2020, pukul 00.41.57 WIB.

Pada hari itu, tinggi bulan saat matahari terbenam di Yogyakarta telah lebih dari 6 derajat di atas ufuk (hilal sudah wujud).

Dan di seluruh wilayah Indonesia, bulan saat itu sudah berada di atas ufuk ketika matahari terbenam.

Maka puasa enam hari syawal sudah bisa dilaksanakan pada H+3 yaitu pada tanggal 25 atau 26 Mei 2020 sampai dengan 21 Juni 2020.


Referensi :

  1. Rumaysho.com
  2. Islam.nu.or.id
  3. Islamicfinder.org
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Tata Cara Sholat Ashar
Selengkapnya

Sholat Ashar

Sholat Ashar –  Tugas seorang muslim salah satunnya adalah menjalankan sholat 5 waktu, diantarannya yaitu shubuh, dhuhur, ashar,…
Niat sholat isya
Selengkapnya

Shalat Isya

Tidak hanya sholat Shubuh yang memiliki banyak fadilah atau keistimewaan di dalamnnya, ternyata sholat Isya pun sama. Bahkan…
Gambar Puasa Arafah
Selengkapnya

Niat Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah, tepatnnya pada hari ke 9 sebelum melaksanakan Shalat Idul…