Shalat Isya

Niat sholat isya

Tidak hanya sholat Shubuh yang memiliki banyak fadilah atau keistimewaan di dalamnnya, ternyata sholat Isya pun sama.

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dan juga di ambil dari sahabat yang mulia Abu Hurairah.

Kautamaan Sholat Isya dan Shubuh

Bahkan melaksanakan sholat isya dan shubuh secara berjamaah itu pahalannya di tambah lagi oleh Allah سبحانه وتعالى di banding ketika menunaikan sholat isya ataupun shubuh sendirian atau tidak berjamaah.

Diantara keutamaan-keutamaan dari sholat isya dan shubuh di ambil dari beberapa hadist nabi seperti.

Dari Abu Hurairah beliau mendengar dari Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم :

Sholat Isya dan Shubuh

Kemudian dari Sayidina Utsman Bin Affan beliau pernah mendengar dari Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم

Keutamaan Shalat Isya dan Subuh

Begitu mulia keutamaan sholat isya ini masya allah, namun terkadang banyak diantara kita yang lebih memilih untuk mengundurkan waktu sholat isya, lalu apakah itu boleh ?

Waktu Sholat Isya Terbaik

Diantara waktu terbaik dalam menjalankan sholat isya adalah di awal waktu, selain mendapat fadilah yang begitu banyak selain itu kita juga bisa mendirikannnya dengan sama-sama berjamaah di masjid.

Dalil ini di ambil dari  Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata:

Waktu Sholat Isya Terbaik

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

Waktu shalat Zhuhur jika matahari sudah tergelincir ke barat ketika itu panjang bayangan sama dengan tinggi seseorang, selama belum masuk shalat ‘Ashar. Waktu shalat ‘Ashar adalah selama matahari belum menguning. Waktu shalat Maghrib adalah selama belum hilang cahaya merah pada ufuk barat. Waktu shalat Isya adalah sampai pertengahan malam. Waktu shalat Shubuh adalah dari terbit fajar selama belum terbit matahari.” (HR. Muslim)[HR. Muslim, no. 612]

Selain itu sholat di awal waktu juga telah di sepakati oleh para ulama dan bisa di liat di dalam kitab shahih fiqh as-sunnah, 1:244

Diantara dalil yang menunjukan baiknnya sholat di awal waktu adalah sebagaimana di terangkan dalam hadist sholat  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril,

waktu sholat isya yang baik

Adapun yang di maskud dengan syafaq disini adalah cahaya merah dari ufuk barat saat matahari tenggelam, hal ini bisa di lihat di dalam kitab Al-Iqna’, 1:199

Dalam mendirikan sholat wajib tentu yang terbaik adalah di awal waktu seperti beberapa penjelasan hadist di atas, namun yang menjadikan perbedaan disini adalah dari batas sholat wajib tersebut, seperti sholat Isya ini banyak sekali perbedaan pendapat mengenai batas waktu sholat isya, lalu kapankah sebenarnnya batas waktu sholat isya tersebut ?

 

Perbedaan Pendapat mengenai Waktu Akhir Sholat Isya

1. Pendapat 1 ( Batas Waktu Sholat Isya hingga Sepertiga Malam )

Pendapat batas waktu sholat isya hingga sepertiga malam itu di ambil oleh para ulama syafi’iyah alasan ini di ambil dari hadist jibril yaitu :

Batas Waktu Sholat Isya hingga Sepertiga Malam

Jika dikatakan sepertiga malam, maka waktu malam dihitung dari Maghrib hingga shubuh, sekitar ada 10 jam. Jika Maghrib jam 6 sore, maka sepertiga malam sekitar jam setengah sepuluh malam.

Dan juga di perkuat oleh hadist yang lainnya mengenai batas waktu sholat isya hingga pertengahan malam yaitu ada di dalam hadist,

Batas Waktu Sholat Isya

Pendapat yang memilih batas sholat isya yaitu hingga pertengahan malam di pilih oleh Imam Nawawi Rahimahullah dalam Syarh Muslim, di dalam Al-Majmu’, Imam Nawawi juga lantas menyebutkan kalau kebanyakan ulama juga berpegang pada pendapat ini, hal ini bisa di lihat di dalam kitab Al – Iqna’, 1;200.

Namun sekali lagi di jelaskan, kalau waktu tersebut masih di sebut dengan waktu Ikhtiyar atau waktu penunaian sholat secara asa-an (diwaktunnya).

2. Pendapat 2 ( Waktu Sholat Isya hingga terbit fajar kedua)

Sedangkan ulama yang mengatakan bahwa waktu Jawaz (bolehnya) seseorang dalam menunaikan sholat isya pada masuk waktu fajar shodiq, atau tanda masuk sholat shubuh yaitu seperti di ambil dari hadist sahabat yang mulia Abu Qatadah :

Waktu Sholat Isya hingga terbit fajar kedua)

Pendapat yang kedua ini mengatakan bahwa waktu Jawazini adalah waktu masih di bolehkannnya mendirikan sholat Isya’, karena masih di anggap sebagai ada-an (di tunaikan di waktunnya) dan juga tidak terkena dosa bagi yang menunaikan itu.

Namun untuk berhati-hati, alangkah baiknnya jika kita menunaikan sholat isya di awal waktu, karena memang keutamaan dan pahalannya begitu banyak,  bukan malah menunggu sampe batas waktu sholat isya baik itu di sepertiga malam ataupun mau mendekati waktu shubuh.

Bolehnya Mengakhirkan Shalat Isya

Adapun pertanyaan mengenai di bolehkannya mengakhirkan sholat isya seperti di kutip di dalam hadist Rasulullah yang di riwayatkan oleh Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam mengakhirkan Shalat Isya sampai dengan tengah malam, lalau beliau menghadap kami setelah sholat dan bersabda,

Bolehnya mengakhirkan Shalat Isya

Dan diantara faedah-faedah dari hadist di atas adalah :

  • Hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat dan tidak cepat-cepat untuk melaksanakannya (menyegerakan iqamah).
  • Shalat bersama imam dengan menunggunya lebih utama daripada seseorang lebih dahulu shalat kemudian tidur. Kata Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah, walaupun nantinya ia melaksanakan shalat sendiri atau berjamaah. Hal ini juga menunjukkan bahwa berjamaah itu bertingkat-tingkat.
  • Selama menunggu shalat dihitung berada dalam shalat.
  • Boleh mengakhirkan waktu shalat Isya. Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah shalat Isya di akhir waktu lebih afdal selama tidak memberatkan jamaah. Jika sampai memberatkan, lebih baik shalat Isya dimajukan waktunya. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali juga berpandangan dianjurkannya shalat Isya untuk diakhirkan.
  • Waktu shalat Isya hingga pertengahan malam.

Sholat Qobliyah Isya

Referensi : 

  1. Syarh Manhaj As–Salikin. Cetakan kedua, Tahun 1435 H. Dr. Sulaiman bin ‘Abdillah Al-Qushair. Penerbit Maktabah Dar Al-Minhaj.
  2. Kunuz Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Penerbit Dar Kunuz Isybiliyya. 13:352-356
  3. Shahih Fiqh As-Sunnah. Syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim. Al-Maktabah At-Taufiqiyah.
  4. Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan ketiga, Tahun 1427 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madarul Wathan. 5:68.
  5. Al-Iqna’ fii Halli Alfazhi Abi Syuja’. Syamsuddin Muhammad bin Muhammad Al-Khatib. Penerbit Al-Maktabah At-Taufiqiyah, Mesir.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Gambar Niat Puasa Syawal
Selengkapnya

Niat Puasa Syawal

Mau dapat pahala puasa satu tahun penuh tanpa jeda ? Yuk, puasa enam hari syawal, berikut tuntunan dan…
Kumpulan Kata- Kata Bijak
Selengkapnya

Kata- Kata Bijak

Dalam kehidupan manusia, seringkali manusia mersakan jatuh bangun dan mersakan getirnya dalam kehidupan. Ketika manusia dalam keadaan terpuruk,…
Ganbar Niat Puasa Ramadhan
Selengkapnya

Niat Puasa Ramadhan

Niat adalah sesuatu yang sakral ketika hendak mengerjakan suatu ibadah kepada Allah. Segala amal perbuatan manusia dinilai dari…