Sholat Ashar

Tata Cara Sholat Ashar
Tata Cara Sholat Ashar

Sholat Ashar –  Tugas seorang muslim salah satunnya adalah menjalankan sholat 5 waktu, diantarannya yaitu shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan Isya.

Jika sebelumnnya sudah kami jelaskan mengenai tata cara sholat shubuh dan juga sholat isya, pada artikel ini kami akan menjelaskan pula mengenai tata cara sholat ashar yang telah di ajarkan.

Sholat ashar sendiri merupakan salah satu dari sholat wajib yang di ajarkan oleh rasulullah, yang terdiri dari empat rakaat shalat.

Keutamaan Sholat Ashar

Keutamaan sholat ashar ini sendiri begitu jelas tercantum di dalam Al Qur’an dan As Sunnah dimana diantarannya di dalam firman allah yang berbunyi.

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى

” Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustho.” (QS. Al Baqarah: 238).

Apakah Shalat wustho ? Tak lain dan tak bukan adalah shalat ‘Ashar sebagaimana disebutkan dalam hadits :

شَغَلُونَا عَنِ الصَّلاَةِ الْوُسْطَى صَلاَةِ الْعَصْرِ

“Mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustho yaitu shalat Ashar.” (HR. Muslim no. 627, 628).

Selain itu keutamaan lainnya juga banyak di sebutkan oleh para sahabat seperti hadist yang di riwayatkan oleh Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).

selain itu keutamaan mengenai sholat ashar ini juga di riwayatkan oleh dari Burairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari no. 594).

Kata Al Muhallab, maknanya adalah meninggalkan dengan menyia-nyiakannya dan menganggap remeh keutamaan waktunya padahal mampu untuk menunaikannya.  Atau anda juga bisa melihat di kitab Syarh Al Bukhari karya Ibnu Batthol, 3: 221

Itulah beberapa hal penting dan keutamaan sholat ashar yang dimana kita tidak boleh melalaikan apalagi meninggalkan sholat ashar.

 

Waktu Sholat Ashar

Dalil mengenai kapan kita bisa menunaikan shalat ashar itu di ambil dari para ulama Syafi’iyah dimana para ulama syafi’iyah menjelaskan bahwa waktu sholat ashar memiliki empat waktu diantarannya :

1. Waktu Fadhillah (Utama)

Yaitu waktu dimana panjang bayangan sama dengan dua kali panjang benda.

2. Waktu Jawaz bi La Karohah ( Boleh dan Tidak Makruh)

Yaitu pada waktu ketika panjang bayangan telah berada dua kali panjang benda hingga terlihat matahari menguning.

3. Waktu Karohah ( Waktu Makruh )

Yaitu apabila matahari sudah terlihat menguning hingga waktu tenggelamnya matahari.

4. Waktu Tahrim ( Haram )

Yaitu apabila mengakhirkan sholat ashar hingga waktu yang tidak di perkenankan.

Diantara empat waktu di atas, waktu terbaik menunaikan sholat ashar adalah di awal waktu, hal ini diambil dari sabda rasulullah yang di ambil dari sahabat anas, beliau mengatakan :

شَغَلُونَا عَنِ الصَّلاَةِ الْوُسْطَى صَلاَةِ الْعَصْكَانَ رَسُولُ اللَّهِصلى الله عليه وسلميُصَلِّى الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan sholat ‘ashar ketika matahari masih tinggi, tidak berubah sinar dan panasnya.” (HR. Bukhari no. 550 dan Muslim no. 621)

 

Tata Cara Sholat Ashar 

Tata cara sholat ashar tidak berbeda dengan, ketika kita menjalankan sholat wajib ataupun sunnah lainnya diantarannya, membaca niat ( ada yang mengatakan wajib / tidak wajib jadi opsional saja ), takbiratul ikhram sampai dengan salam.

Mari kita bahas satu satu supaya lebih mudah dalam mempraktekannya.

1, Melafadzkan Niat (Opsional)

Untuk melafadzkan niat sendiri kenapa di sebut dengan Opsional boleh di lakukan atau tidak, sudah kita jelaskan di artikel mengenai Perlukah kita membaca Niat dalam ibadah .

Niat Sholat Ashar sendiri :

أُصَلِّىْ فَرْضَ الْعَصْرِأَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْكِبْلَةِ اَدَاءًلِلهِ تَعَا لَى

ushallii fardhal ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahita’aalaa

Artinya : Aku berniat shalat fardhu ashar empat raka’at menghadap kiblat karena allah ta’ala

Niat sholat Ashar menjadi Makmum

أُصَلِّىْ فَرْضَ الْعَصْرِأَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْكِبْلَةِ مَأْمُوْمًالِلهِ تَعَا لَى

ushallii fardhal ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati ma’muman lillaahita’aalaa

Artinya : Aku berniat shalat fardhu ashar empat raka’at, menghadap kiblat mengikuti imam karena allah ta’ala.

Niat Sholat Ashar menjadi Imam

أُصَلِّىْ فَرْضَ الْعَصْرِأَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْكِبْلَةِ اِمَامًالِلهِ تَعَا لَى

ushallii fardhal ashri arba’a raka’aatin mustaqbilalkiblati imaaman lillahita’aalaa

Artinya : Aku berniat shalat fardhu ashar empat raka’at, menghadap kiblat menjadi imam karna allah ta’ala

2. Takbiratul Ikhram

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Pembuka shalat adalah thoharoh (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.

3. Membaca Doa Iftitah ( Opsional )

Doa Iftitah  1 :

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

allahu akbar kabiiro wal-hamdu lillaahi kasiiro wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa. innii wajjahtu wajhiya lil-ladzii fathoros-samaawaati wal ardho haniifam muslilaw wamaa ana minal-musyrikiin. innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil-aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.

Artinya :

Allah maha besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji hanya kepunyaan allah, pujian yang banyak, dan maha suci allah diwahtu pagi dan petang.

Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk allah, tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu baginya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan nya, dan aku golongan dari orang muslimin.

Doa Iftitah  2 :

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ , اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ , اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji

Artinya :

Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan antara timur dan barat.

Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan kesalahanku dengan salju, air dan air es.

Ada banyak bacaan doa iftitah sebenarnnya tapi kami cukup tampilan dua contoh doa iftitah yang sering di gunakan oleh orang Indonesia seperti diatas.

4. Membaca Surah Al Fatihah (Pada setiap raka’at)

Membaca surah al fatihah adalah sesuatu yang wajib dalam mendirikan shalat, sebagai mana hadist nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Tidak ada shalat (artinya tidak sah) orang yang tidak membaca Al Fatihah.

Surah Al Fatihah :

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

ar-raḥmānir-raḥīm

Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

māliki yaumid-dīn

Pemilik hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ

ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

5. Membaca Surah Pendek Pada Rakaat 1 & 2

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

qul huwallāhu aḥad

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

allāhuṣ-ṣamad

Allah tempat meminta segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

lam yalid wa lam yụlad

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

6. Ruku’ dengan Thuma’ninah

   3x سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ 

Subhana rabbiyal ‘azhim wa bihamdihi 3x

Artinya :

Maha suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.

7.  I’tidal dengan Thuma’ninah

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

sami’allahu liman hamidah

Artinya :

Allah sungguh mendengar para pemuji-Nya

Kemudian di lanjutkan membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

rabbanaa lakal hamdu mil ‘us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil ‘u maa syi’ta min syai’in ba’du.

Artinya :

Ya Allah Tuhan kami, Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.

8. Sujud dengan Thuma’ninah

Dalam menunaikan sujud ini hendaklan di lakukan dengan tujuh anggota badan yaitu :

  1. Telapak tangan kanan dan kiri
  2. Lutut kanan dan kiri
  3. Ujung kaki kanan dan kiri
  4. Dahi sekaligus hidung

Kemudian membaca :

3x سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ 

subhana rabbiyal a’la wa bihamdih 3x

Artinya :

Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Luhur dan dengan puji-Nya

9. Duduk di antara dua sujud secara Thuma’ninah

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

robighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii, wa’fu ‘annii.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

Kemudian sujud kembali, lalu setelah sujud bangkit kembali membaca surah Al Fatihah, sampai setelah sujud kedua di rakaat kedua, kita tidak langsung bangkit melainkan membaca tasyahud.

10. Membaca Tasyahud / Tahiyyat Awal

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ.اَمِين

bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi rabbil alamin,arrahmaanirrahiim, maaliki yaumiddiin, iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin, ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim, ghairil maghduubi alaihim waladhaalin.

artinya :

Dengan menyebut nama allah yang naha pemurah lagi maha penyayang, segala puji bagi allah tuhan semesta alam, maha pemurah lagi maha penyayang, yang menguasai di hari, pembalasan, hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Setelah selesai membaca doa Tahiyyat awal, kita langsung bangkit untuk memulai kembali membaca surah Al Fatihah tanpa perlu di lanjutkan suratan pendek, langsung ruku dan sujud.

Rakaat ke tiga sama halnnya dengan rakaat pertama, setelah selesai membaca doa duduk diantara dua sujud  kita kembali sujud, dan bangkit kembali membaca surah Al Fatihah, dan seterusnnya hingga kita selesai melaksanakan sujud ke 2 di rakaat ke empat kita kembali duduk Tasyahhud atau tahiyyat akhir.

11. Membaca Tasyahud / Tahiyyat Akhir

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

at tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah, Assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalamu alainaa wa alaa ibaadillaahish shaalihiina, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah, Allaahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad, Kamaa shallaita alaa sayyidinaa Ibraahiim wa alaa aali sayyidinaa Ibraahim, Wa baarik alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad, Kamaa baarakta alaa sayyidinaa Ibraahiim wa alaa aali sayyidinaa Ibraahiim, Fil aaalamiina innaka hamiidum majiid

Artinya :

Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah, Segala keselamatan tetap untuk engkau, hani Nabi, dan demikian juga rahmat Allah dan berkahNya, Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kami sekalian dan untuk para hamba Allah yang shalih-shalih, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, Ya Allah, Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah, Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia.

12. Salam

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Salam pertama menoleh kekanan dan salam kedua menoleh kekiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Selengkapnya

Shalat

Shalat adalah suatu kewajiban umat muslim yang dimana kita di perintahkan untuk menjalankan shalat minimal 17 rakaat dalama…
Gambar Niat Puasa Syawal
Selengkapnya

Niat Puasa Syawal

Mau dapat pahala puasa satu tahun penuh tanpa jeda ? Yuk, puasa enam hari syawal, berikut tuntunan dan…
Niat Ibadah
Selengkapnya

Niat

Segala amal perbuatan itu tergantung dari niat yang ada di dalam hati, lalu apakah di setiap ibadah yang…