Sholat Maghrib

waktu sholat maghrib
waktu sholat maghrib

Pada Artikel kali ini temenngaji.com akan membahas mengenai √ Tata Cara Sholat Maghrib dari mulai √ Keutamaan √ Niat √ Takbirul Ikhram hingga √ Salam

Sholat Maghrib merupakan salah satu sholat wajib bagi umat muslim, sholat yang menjadi rukun islam ke dua bagi umat muslim ini memang wajib dan berdosa besar jika di tinggalkan.

Setiap sholat yang telah di ajarkan rasulullah itu sudah di tetapkan waktunnya, dari mulai Sholat Shubuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan juga Isya.

Dan pada artikel ini kami akan membahas mengenai cara atau tuntunan melaksanakan sholat maghrib secara Lengkao dan runtut.

 

Keutamaan Menunaikan Sholat Maghrib

Setiap amal perbuatan baik yang kita kerjakan pastilah memiliki keutamannya sendiri, apalagi ketika kita menunaikan ibadah yang wajib seperti sholat magrib ini.

Diantara keutamaan sholat magrib sendiri adalah :

1. Pahala yang banyak

Orang-orang yang memelihara ataupun menjaga sholat nya terutama yang wajib itu mendapat ganjaran pahala yang banyak seperti firman allah di dalam Qs. Al Ma’arij Ayat 34 dan Ayat 35 yang berbunyi :

” Dan Orang – Orang yg memelihara Sholatnya. Mereka itu Kekal di Surga lagi dimuliakan (QS. Al Ma’arij, Ayat : 34 – 35) ”

2. Menghapus Dosa – dosa

Amal ibadah yang kita lakukan tak terkecuali itu juga dapat menggugurkan dosa-dosa kita, seperti sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam:

” Tidaklah Seorang Mukmin yg datang kepadanya Sholat Fardhu, lalu ia sempurnakan Wudhu -nya dan khusyu nya kecuali Sholat tersebut menjadi penebus bagi apa yg sudah berlalu dari Dosa – Dosa dia, selama tidak dilanggar dosa – dosa besar dan yg demikian itu satu masa seluruhnya (Hadits Riwayat Muslim, no 228) ”.

Selain itu menjalankan sholat 5 kali dalam sehari itu ibarat kita sedang membersihkan diri kita sebanyak 5x dalam sehari, lah ko bisa di ibaratkan membersihkan diri ?

Betul, dalilnnya adalah dari sahabat yang mulia Abu Hurairah Ra, berkata bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

” Tahulah kalian, seandainya ada sebuah Sungai di Dekat Pintu dari salah seorang dari kalian, lalu dia mandi dari Air Sungai tersebut lima kali dalam sehari, apakah akan tersisa kotoranya walaupun Sedikit ? ”, Para Sahabat lalu menjawab, ” tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya ”. Lalu Nabi Muhammad SAW berkata: ” Maka begitulah perumpamaan Sholat Lima Waktu, dengannya Allah SWT akan mengapuskan Dosa (Hadits Riwayat Bukhari, no 528)

 

Waktu Sholat Maghrib

Jika sudah tau keutamaan dari sholat maghrib sendiri lalu kapankah kita bisa melaksanakan sholat maghrib ? Jawabannya adalah pada ungkapan Imam Nawawi yang dimana beliau mengatakan bahwa waktu sholat maghrib itu hingga cahaya merah saat matahari tenggelam sudah menghilang dalinnya adalah dari hadist ‘Abdullah bin ‘Amr,

وَوَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ مَا لَمْ يَغِبِ الشَّفَقُ

Waktu shalat Maghrib adalah selama cahaya merah (saat matahari tenggelam) belum hilang.” (HR. Muslim, no. 612).

Inilah dalil yang menjadi alasan Imam Nawawi dan sebagian ulama Syafi’iyah lainnya yang lebih cenderung pada pendapat qodiim (yang lama, saat Imam Syafi’i di Irak) (Lihat Kifayah Al-Akhyar, hlm. 80 dan Al-Iqna’, 199).

 

Bacaan & Tata Cara Sholat Maghrib

Tata Cara menunaikan sholat magrib sama halnnya dengan menunaikan sholat lainnya pada umumnnya, bedannya hanya sholat maghrib di tunaikan sebanyak 3 rakaat, jika sholat shubuh itu di tunaikan sebanyak 2 rakaat, dan dhuhur, ashar, isya di tunaikan 4 rakaat lalu sholat magrib sendiri di tunaikan 3 rakaat.

Untuk lebih mempermudah mari kita bahas satu persatu agar lebih mudah untuk memahami dan mempraktekannya.

1. Melafadzkan Niat ( Opsional )

Melafadzkan niat sendiri ketika ingin menunaikan sholat magrib itu sifatnnya opsional boleh iya di lakukan ataupun tidak, penjelasnnya sudah kami jelaskan secara lengkap di dalam artikel mengenai makna pelafadz’an niat .

Niat Sholat Maghrib sendiri :

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya :

“Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Maghrib menjadi Makmum :

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala

Artinya :

“Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Maghrib menjadi Imam :

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala

Artinya :

“Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”

2. Takbiratul Ikhram

Ketika ingin sholat hendaklah kita terlebih dahulu melakukan Takbir, yaitu dengan mambaca lafadz “Allahu ‘akbar”

Kenapa kita harus melakukan takbir sebelum sholat ? Jawabnnya adalah karena nabi memerintahkan, beliau bersabda :

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Pembuka shalat adalah thoharoh (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.

3. Membaca Doa Iftitah ( Opsional )

Kenapa membaca doa iftitah juga kami tandai opsional ? karena pembacaan doa iftitah tidak menjadi hal yang wajib kita baca, bahkan ketika kita masbuk atau telat ketika ingin menunaikan sholat wajib, setiba di masjid imam sudah membaca surah di dalam al qur’an kita bahkan di perintahkan untuk mengikuti imam, tidak harus membaca iftitah terlebih dahulu.

Namun anda yang sholatnnya tepat waktu bisa juga membaca doa iftitah karena fadilahnnya lebih banyak, diantara doannya adalah :

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًاوَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًاوَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاًإِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَإِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَلاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

allahu akbar kabiiro wal-hamdu lillaahi kasiiro wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa. innii wajjahtu wajhiya lil-ladzii fathoros-samaawaati wal ardho haniifam muslilaw wamaa ana minal-musyrikiin. innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil-aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.

Artinya :

Allah maha besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji hanya kepunyaan allah, pujian yang banyak, dan maha suci allah diwahtu pagi dan petang.

Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk allah, tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu baginya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan nya, dan aku golongan dari orang muslimin.

4. Membaca Surah Al Fatihah (Pada setiap raka’at)

Membaca surah al fatihah adalah sesuatu yang wajib dalam mendirikan shalat, sebagai mana hadist nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Tidak ada shalat (artinya tidak sah) orang yang tidak membaca Al Fatihah.

Surah Al Fatihah : 

Surah Al Fatihah
Surah Al Fatihah

5. Membaca Surah Pendek Pada Rakaat 1 & 2

Surah Al Asr : 

Surah Al Asr : 
Surah Al Asr :

6. Ruku’ dengan Thuma’ninah

   3x سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ 

Subhana rabbiyal ‘azhim wa bihamdihi 3x

Artinya :

Maha suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.

7.  I’tidal dengan Thuma’ninah

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

sami’allahu liman hamidah

Artinya :

Allah sungguh mendengar para pemuji-Nya

Kemudian di lanjutkan membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

rabbanaa lakal hamdu mil ‘us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil ‘u maa syi’ta min syai’in ba’du.

Artinya :

Ya Allah Tuhan kami, Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.

8. Sujud dengan Thuma’ninah

Ketika menunaikan sujud ini hendaklan di lakukan dengan tujuh anggota badan yaitu :

  1. Telapak tangan kanan dan kiri
  2. Lutut kanan dan kiri
  3. Ujung kaki kanan dan kiri
  4. Dahi sekaligus hidung

Kemudian membaca :

3x سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ 

subhana rabbiyal a’la wa bihamdih 3x

Artinya :

Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Luhur dan dengan puji-Nya

9. Duduk di antara dua sujud secara Thuma’ninah

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

robighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii, wa’fu ‘annii.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

Kemudian kembali sujud, lalu setelah sujud bangkit kembali membaca surah Al Fatihah, sampai setelah sujud kedua di rakaat kedua, kita tidak langsung bangkit melainkan membaca tasyahud.

10. Membaca Tasyahud / Tahiyyat Awal

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِاَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَاَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِمَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِاِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُاِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَصَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ.اَمِين

bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi rabbil alamin,arrahmaanirrahiim, maaliki yaumiddiin, iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin, ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim, ghairil maghduubi alaihim waladhaalin.

artinya :

Dengan menyebut nama allah yang naha pemurah lagi maha penyayang, segala puji bagi allah tuhan semesta alam, maha pemurah lagi maha penyayang, yang menguasai di hari, pembalasan, hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Setelah membaca doa tahiyyat awal, kita kemudian bangkit kembali memulai kembali dari mulai Qs. Al Fatihah kemudian tidak perlu di lanjutkan dengan membaca surah lainnya di dalam al qur’an melainkan langsung rukuk dan seterusnnya.

Kemudian setelah selesai menunaikan sujud yang kedua pada rakaat ke tiga, tidak kembali bangkit melainkan duduk kembali sebagaimana duduk diantara dua sujud atau yang di sebut sebagai Tahiyyat Akhir

11. Membaca Tasyahud / Tahiyyat Akhir

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

at tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah, Assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalamu alainaa wa alaa ibaadillaahish shaalihiina, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah, Allaahumma shalli alaa sayyidinaa Muhammad Wa alaa aali sayyidinaa Muhammad, Kamaa shallaita alaa sayyidinaa Ibraahiim wa alaa aali sayyidinaa Ibraahim, Wa baarik alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad, Kamaa baarakta alaa sayyidinaa Ibraahiim wa alaa aali sayyidinaa Ibraahiim, Fil aaalamiina innaka hamiidum majiid

Artinya :

Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah, Segala keselamatan tetap untuk engkau, hani Nabi, dan demikian juga rahmat Allah dan berkahNya, Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kami sekalian dan untuk para hamba Allah yang shalih-shalih, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, Ya Allah, Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah, Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha Mulia.

12. Salam

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Salam pertama menoleh kekanan dan salam kedua menoleh kekiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Gambar Puasa Arafah
Selengkapnya

Niat Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada bulan Dzulhijjah, tepatnnya pada hari ke 9 sebelum melaksanakan Shalat Idul…
Gambar Doa Ketika Hujan
Selengkapnya

Doa Hujan

Pada artikel ini dibahas mengenai hadist hujan dan doa √ Doa Ketika Hujan √ Doa Ketika Hujan Deras…
Panduan Sholat Tahajud
Selengkapnya

Doa Sholat Tahajud

Bagi seorang muslim Ibadah mendirikan sholat fardhu adalah menjadi hal yang wajib bagi setiap Insan, namun di samping…