Sholat Rawatib

tata cara sholat rawatib
tata cara sholat rawatib

Sholat Rawatib adalah sholat yang di laksanakan atau di tunaikan sebelum ataupun sesudah menunaikan sholat wajib, kenapa ada sholat rawatib ?

Karena sesungguhnya diantara banyak hikmah dan rahmat yang telah Allah turunkan kepada hambannya adalah di syariatkannya At-tathowwu’ yang berarti adalah sebuah ibadah tambahan.

Dan sesungguhnya At-tathowwu’ ini adalah ibadah sunnah yang mengiringi ibadah sholat wajib dam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga senantiasa taat dan tidak pernah sekalipun meninggalkan sholat rawatib ini meskipun dalam perjalanan jauh atau safar.

 

Keutamaan Sholat Rawatib

Keutamaan Sholat Rawatib
Sumber : Wajibbaca.com

Keutamaan sholat rawatib begitu banyak dan diantarannya di ambil dari sebuah hadist nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang di riwayatkan oleh Ummu Habibah radiyallahu ‘anha “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga“.

Ummu Habibah radiyallahu ‘anha mangatakan bahwa saya tidak pernah meninggalkan sholat sunah rawatib semenjak mendengar hadist tersebut. dan begitu juga sahabat yang lain sepertin Anbasahm,  Amru bin Aus (HR.Muslim no.728)

dan bahkan Umm al-Mu’minin yaitu beliau ibunda ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha pernah meriwayatkan pula hadist mengenai tentang sholat sunnah rawatib sebelum shubuh, atau yang biasa kita sebut sebagai sholat sunnah fajar kata ‘Aisyah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)

Dari ummu Habibah radhiyallahu ‘anha beliau juga meribawatkan mengenai sholat sunnah rawatib dhuzur bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka“. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)

Waktu Mengerjakan Sholat Rawatib

sholat rawatib adalah
Sumber : Sipuitis.com

Untuk waktu dalam mengerjakan sholat rawatib ini di ambil dari Ibnu Qudamah berkata: “Setiap sunnah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut “. (Al-Mughni 2/544)

Niat Sholat Sunnah Rawatib

sholat rawatib
Sumber : Sipuitis.com

Adapaun perihal mengenai niatnya sendiri itu adannya di dalam hati, namun sebagaimana yang telah di ajarkan sebagai berikut :

1. Niat Sholat Sunnah Qobliyyah Subuh (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatash-Shubhi Rok’ataini Qobliyyatan Mustaqbilal Qiblati  Lillaahi Ta’aala

Artinya :
Aku niat melakukan shalat sunat sebelum subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat  karena Allah ta’ala

2. Niat Sholat Sunnah Qobliyyah Dzuhur (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatazh-Zhuhri Rok’ataini Qobliyyatan Mustaqbilal Qiblati   Lillaahi Ta’aala

Artinya :
Aku niat melakukan shalat sunat sebelum dzuhur 2 rakaat, sambil menghadap qiblat karena Allah ta’ala

3. Niat Sholat Sunnah Ba’diyyah Dzuhur (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatazh-Zhuhri Rok’ataini Ba’diyyatan Mustaqbilal Qiblati   Lillaahi Ta’aala

Artinya :
Aku niat melakukan shalat sunat setelah dzuhur 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, karena Allah ta’ala

4. Niat Sholat Sunnah Ba’diyyah Maghrib (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyyatan Mustaqbilal Qiblati   Lillaahi Ta’aala

Artinya :
Aku niat melakukan shalat sunat setelah maghrib 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, karena Allah ta’ala

5. Niat Sholat Sunnah Ba’diyyah ‘Isya (2 Raka’at)

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ   ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal ‘Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyyatan Mustaqbilal Qiblati   Lillaahi Ta’aala

Artinya :
Aku niat melakukan shalat sunat setelah ‘isya 2 rakaat, sambil menghadap qiblat,   karena Allah ta’ala

Jumlah Sholat Sunnah Rawatib

shalat sunnah rawatib adalah
Sumber : Sipuitis.com

Sebagaimana sholat sunnah pada umumnnya sholat sunnah rawatibpun di lakukan dengan format 2 rakaat dan 1 salam yang dimana di ambil dari pernyataan As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah bahwa shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Sholat (sunnah) di waktu malam dan siang dikerjakan dua rakaat salam dua rakaat salam”. (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/288) adapaun pembagiannya berbeda pada setiap sholat wajib, berikut adalah penjelasannya

1. Sholat Sunnah Rawatib Shubuh

Sebagaimana penuturan ibunda Aisyah –radhiyallahu ‘anha bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pernah bersabda “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya“. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725)

2.  Sholat Sunnah Rawatib Dhuhur

Sholat Sunnah Rawatib Dhuhur ini di ambil dari penuturan hadist Ummu Habibah bahwa sholat rawatib itu ada 12 rakaat yang di riwayatkan oleh At-Tarmidzi dan An-Nasa’i yang di kutip dari dari ‘Aisyah radiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan dua belas (12) rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga, (yaitu): empat rakaat sebelum dzuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah maghrib, dan dua rakaat sesudah ‘isya, dan dua rakaat sebelum subuh“. (HR. At-Tarmidzi no. 414, An-Nasa’i no. 1794)

3.  Sholat Sunnah Qabliyah Ashar

Sholat Sunnah Ashar atau sholat qabliyah ashar ini di ambil dari hadis Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

“Semoga Allah merahmati orang yang shalat 4 rakaat sebelum ashar.” (HR. Ahmad 5980, Abu Daud 1271, Turmudzi 430, dan dihasankan Al-Albani).

namun ada perbedaan pendapat mengenai apakah sholat qobliyah ashar masuk sebagai sholat rawatib yang di rutinkan atau tidak, wallahu alam bishoaf.

4.  Sholat Sunnah Qabliyah Maghrib

Untuk shplat sunnah qobliyah magrib ini adapula perbedaan pendapat mengenai itu, tidak hanya 1 melainkan ada 3 perbedaan pendapat dalam hal ini.

Pendapat pertama, dianjurkan melakukan shalat qabliyah maghrib hal ini di kutip dari pendapat Syafiiyah dan Ibnu Hazm ad-Dzahiri,  yang mengutip dari hadis Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ . – قَالَ فِي الثَّالِثَةِ -: لِمَنْ شَاءَ ، كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً

“Shalatlah sebelum shalat Maghrib” 3 kali dan pada yang ketiga, beliau mengatakan, “Bagi yang mau.”

Karena beliau tidak suka kalau umatnya menjadikan itu sebagai suatu kebiasaan. (HR. Bukhari 1183)

Pendapat kedua, di kutip dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan kebiasaan para sahabat ketika sudah masuk waktu maghrib,

كُنَّا بِالْمَدِينَةِ، فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ لِصَلاَةِ الْمَغْرِبِ ابْتَدَرُوا السَّوَارِيَ، فَيَرْكَعُونَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ، حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ الْغَرِيبَ لَيَدْخُلُ الْمَسْجِدَ فَيَحْسِبُ أَنَّ الصَّلاَةَ قَدْ صُلِّيَتْ، مِنْ كَثْرَةِ مَنْ يُصَلِّيهِمَا

“Kami dulu di Madinah, saat muadzin beradzan untuk shalat Maghrib, mereka (para sahabat senior) saling berlomba mencari tiang-tiang, lalu mereka shalat 2 rakaat. Sehingga ada orang asing yang masuk masjid untuk shalat, dia mengira bahwa shalat maghrib telah dilaksanakan karena saking banyaknya yang melaksanakan shalat sunnah sebelum Maghrib.” (HR. Muslim 837).

Dalam riwayat lain, Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

لَقَدْ رَأَيْتُ كِبَارَ أَصْحَابِ النَّبِي صلى الله عليه وسلم يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِي عِنْدَ الْمَغْرِبِ

“Sungguh aku melihat para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang senior saling berlomba mengejar tiang-tiang (untuk dijadikan tempat shalat) ketika masuk waktu maghrib.” (HR. Bukhari 503)

Pendapat ketiga, ini di ambil dari pernyataan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

كُنَّا نُصَلِّي عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ ، فَقُلْتُ لَهُ : أَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّاهُمَا ؟ قَالَ : كَانَ يَرَانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأْمُرْنَا ، وَلَمْ يَنْهَنَا

Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami shalat 2 rakaat setelah adzan maghrib, sebelum shalat maghrib. Mukhtar bertanya kepada Anas, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengerjakannya?” kata Anas, “Beliau melihat kami mengerjakan shaat itu, dan beliau tidak memerintahkan kami, juga tidak melarang kami.” (HR. Muslim 836)

Sehingga shalat qobliyah maghrib hukumnnya boleh (mubah) dan tidak makruh walupun tidak di jadikan sebagai salah satu sunnah.

5.  Sholat Sunnah Qabliyah – Ba’diyah Isya

Sholat sunnah 2 rakaat sebelum isya tidak termasuk sebagai salah satu sholat rawatib melainkan sholar sholat sunnah setelah isya itu termasuk kedalam sholat rawatib, akan tetapi di anjurkan pernyataan ini di ambil dari hadist yang di riwayatkan oleh ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

بَيْنَ كُلِّ أذَانَيْنِ صَلاةٌ

“Di antara adzan dan iqamah, ada shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

6.  Sholat Sunnah Rawatib Qobliyah Jum’at

Adapun sholat sunnah rawatib sebelum sholat Jum’at ini di kutip dari pernyataan As-Syaikh Abdul ‘Azis bin Baz rahimahullah berkata: “Tidak ada sunnah rawatib sebelum sholat jum’at” berdasarkan dari pendapat terkuat diantara dua pendapat ulama  tetapi  di syariatkan kepada kaum muslim ketika mereka memasuki masjid hendaknnya mengerjakan beberapa sholat semampunnya (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 12/386&387)

7. Sholat Sunnah Rawatib Ba’diyah Jum’at

Adapun pendapat mengenai sholat rawatib setelah menunaikan sholat jumat ini di ambil dari sahabat yang mulia Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mengerjakan sholat jum’at, maka sholatlah sesudahnya empat rakaat“. (HR. Muslim no. 881)

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata, “Adapun sesudah sholat jum’at, maka terdapat sunnah rawatib sekurang-kurangnya dua rakaat dan maksimum empat rakaat” (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 13/387)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Niat sholat isya
Selengkapnya

Shalat Isya

Tidak hanya sholat Shubuh yang memiliki banyak fadilah atau keistimewaan di dalamnnya, ternyata sholat Isya pun sama. Bahkan…
Gambar Doa Ketika Mau Tidur
Selengkapnya

Doa Tidur

Kumpulan doa sebelum tidur √ Keutamaan √ Doa Sebelum Tidur √ Doa Mimpi Buruk √ Doa Terjaga di…
Kumpulan Kata- Kata Bijak
Selengkapnya

Kata- Kata Bijak

Dalam kehidupan manusia, seringkali manusia mersakan jatuh bangun dan mersakan getirnya dalam kehidupan. Ketika manusia dalam keadaan terpuruk,…